Berita Terkini – Pembebasan Corby Masih Mendapatkan Masalah Lagi

 

Schapelle Leigh Corby yang sudah menutup kepalanya menggunakan dari kain tipis dan topi dengan sangat enteng keluar dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Kerobokan Bali untuk tanggal 10 Februari yang lalu. Untuk bisa menghirup adanya bebas tidak lantas membuat kalau Corby bebas dari suatu kontroversial.

Memang dirinya keluar dari suatu pembebasan bersyarat. Dan dari pembebasan bersyarat tersebut yang sudah diterimakan oleh  Kementerian Hukum dan HAM Indonesia. Dari keputusan Kementrian Hukum dan HAM Indonesia untuk Corby ini juga sempat mendapatkan seperti adanya kotroversial. Adanya suatu komitmen dari pemerintah memberantas peredaran narkoba memang sudah di pertanyakan.

Di sekitar seminggu setelah Corby sendiri bebas, Polisi Federal Australia (AFP) yang memang telah menggeledah kantor-kantor stasiun berita seperti Channel Seven yang saat ini memang berada di Pyrmont dan Eveleigh, bisa di karenakan kalau diduga telah melanggar adanya UU Hasil Kejahatan. AFP yang memang juga menggeledah majalah New Idea yang berada di  Eveleigh.

Penggeledahan itu memang sudah di duga terkait adanya rencana dari Channel Sevel yang sudah membayar Corby dengan nilai US$2 juta atau Rp22 miliar yang memang sudah gunakan untuk wawancara eksklusif.

Akan tetapi dari penggeledahan ruang kerja para petinggi Channel Seven yang sudah sempat di halang-halangi oleh karyawan yang berada di stasiun televise tersebut. Aksi penggeledahan itu memang sudah sempat di rekam oleh Channel Sevendan sudah sempat membuat adanya petugas polisi menjadi sangat geram.

Seperti dari aturan hukum yang berada di Australia telah menangguk keuntungan dari sebuah suatu tindakan kejahatan yang sudah tergolong ilegel. Apalagi jika memang adanya tindak kejahatan tersebut sudah di lakukan untuk negara yang lain.  Tony Abbott, Perdana Menteri Australia yang sudah mengatakan adanya masalah tersebut, bahwa dari Corby memang tidak menerimakan bayaran tersebut.

Akan tetapi, menurut salah satu petinnggi Channel Seven,Mike Willesee dari Bali,petugas dari AFP yang tidakakan menemukan adanya buktipembayaran wawancara eksklusif tersebut.

Be Sociable, Share!