Berita Terkini – Temukan Uang 100 Juta, Mulyadi Tolak Hadiah Yang Diberikan Kepadanya

Kisah dari Mulyadi memang sangat layak untuk ditiru. Menjadi seorang petugas kebersihan di sebuah Mall Kota Kasablanka yang terletak di Jakarta Selatan, kejujuran dari pria berusia 32 tahun ini memang sangat layak diacungi jempol. Sewaktu menemukan tas yang berisi uang sekitar 100 juta rupiah di toilet. Mulyadi pun segera memberikan tas itu ke customer service di Mall tempat dia bekerja.

Petugas customer service itu pun kaget lantaran tas yang ditemukan oleh Mulyadi berisi uang sekitar 100 juta rupiah. Tak berselang waktu yang lama, sang pemilik tas berisi uang 100 juta rupiah itu pun segera ke tempat customer service. Untuk Mulyadi sendiri diketahui pria ini memang melakukan tugasnya di toilet yang terleta di lantai GF Mall Kota Kasablanka, jika menemukan barang yang tertinggal dia memang mesti segera membawa serta melaporkan temuannya itu ke petugas customer service.  Setelah kejadian itu, atasannya segera menawarinya kenaikkan pangkat untuk menjadi pengawas, namun Mulyadi sendiri justru menolaknya.

“Dia (Mulyadi) merupakan karyawan teladan dan sangat rajin. Saat diberi promosi kenaikan pangkat untuk menjadi pengawas oleh atasannya, Mulyadi malah gak mau. Dia sangat sopan dengan siapa pun dan kerap berbagi makanan.”  papar manajer supervisor di Mall Kota Kasablanka yakni Dian Fadillah pada hari Rabu (8/6).

Dengan kisah dari Mulyadi yang berhasil menemukan tas yang berisi uang 100 juta rupiah di dalam tas itu sekarang sangat ramai beredar di surat elektronik. Kejadian itu sendiri berlangsung pada tanggal 26 kemarin. Dengan kejujuran dari Mulyadi itu kemudian pria ini pun diajak makan oleh bosnya.

“Sebenarnya saya memang belum siap untuk menerima semuanya secara mental. Karena itu merupakan amanah yang lebih tinggi dari apa yang saya kerjakan sekarang. Jadi saya tak terlalu berminat untuk mikir itu.” alasan dari Mulyadi sewaktu menampik tawaran promosi untuk menjadi pengawas.

Mulyadi yang berasal dari Lampung itu masih berstatus belum menikah, dan sikap jujurnya itu merupakan pesar yang disampaikan oleh orang tuanya sewaktu bakal hijrah ke Jakarta sekitar 13 tahun yang lalu.

About The Author