Berita Terkini – Untuk Penyelidikan PT Freeport Harus di Tutup

 

PT. Freeport Indonesia kini sudah di kabarkan akan menyetop akan produksi tambang tembaga untuk sementara waktu. Hal ini di karenakan adanya suatu penyelidikan dari adanya suatu insiden di tambang Grasberg di dalam beberapa hari yang lalu.

Dari Thamrin Sihite yaitu Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM telah memberikan suatu ungkapan  jika nantinya suatu proses dari penghentian produksi tambang tersebut akan di lakukan dalam dua tambang, tambang terbuka dan juga tambang yang ada di bawah tanah, nantinya akan di perlakukan dengan baik.

“Dari suatu acara untuk menyelidiki tempat tersebut nantinya akan memerlukan waktu yang setidaknya tiga bulan. PT. Freeport hanya boleh untuk melakukan pengapalan untuk bijih konsentrat dari yang ada di saat ini,” ujar dari menteri tersebut yang juga di laporkan di Bloomberg.

Sementara ini para penyidik masih melakukan suatu investigasi yang terkait dari apa yang telah sebabkan runtuhnya gedung dari Grasberg, yang merupakan gedung pusat pelatihan yang sudah menewaskan banyak orang. Sebanyak 28 orang sudah tewas. Salah satu orang yang sudah di temukan tersebut sudah tewas di satu Juni lalu yang di karena insiden tersebut.

Hal ini juga timbulkan ungkapan dari Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral dari Kementrian ESDM yaitu Dede Ida Suhendra yang juga memberikan suatu ungkapan, banyaknya barang yang nantinya di ekspor tidak berguna apa-apa jika memang banyak memakan korban.

“Sementara kegiatan produksi ini harus bisa di hentikan,” ujar dari Dede itu.

Suatu proses dari penyelidikan telah di jalankan ditanggal 22 Mei lalu. Kemungkinan besar prosesnya bisa memakan waktu dalam tiga bulan yang akan datang nanti.di berhentikannya perusahaan tambang dunia ini akan mempengaruhi pasokan global.

Harga dari tembaga tersebut di pasar kota London sudah meningkat menjadi 0,5 persen menjadi 7.347 USD untuk per metrik ton. Dan sudah naik sampai 3,6 persen.

Daisy Primayanti salah seorang Vice President Corporate Communication Freeport Indonesia memberikan penjelasan, saat ini pihaknya masih belum bisa memberikan suatu kepastian kapan tanggal di mulainya  penambangan tersebut di buka kembali. Maka dari itu pihak dari Freeport akan terus menghubungi pemerintah agar bisa mengerti secara cepat akan langkah selanjutnya.

 

 

 

No related content found.

Be Sociable, Share!