Berita Teror Dunia – Miris, Taliban Habiskan Generasi Dengan Menyerang Sekolah

Adanya serangan Taliban yang menyerang ke sebuah sekolah di Peshwar yang sudah menewaskan sedikitnya adalah 141 jiwa yang di mana 132 di antaranya adalah seorang siswa atau anak-anak sekolah, bisa di yakini kalau itu semua menerlibatkan oknum pemerintah.

“Putraku yang sudah mengenakan seragam tadi pagi, dan untuk saat ini dirinya sudah berada di kantung mayat.  Putraku adalah mimpiku. Mimpiku memang sudah di bunuh,” ujar dari Tahir Ali, dirinya adalah seorang ayah dari siswa yang berusia 14 tahun yang sudah tewas, seperti yang di kabarkan berada di media Daily Mail.

Kepedihan yang sudah di rasakan dari para orang tua yang anaknya sudah bernasib menjadi korban, masih sangat sulit untuk bisa di bayangkan. Kini memang sudah banyak hal yang sangat mengharukan sekali terjadi berada di dalam tragedy miris tersebut, seperti dari kisah seorang anak yang berusaha menenangkan orang tuanya.

Dari seorang siswa yang bernama Osama, memberikan cerita dengan sangat kepada ibunya dengan menggunakan telepon, mengatakan kalau dirinya masih selamat dan tidak mendapatkan luka. Padahal pada saat itu dirinya memang sedang bersembunyi dari militant berada di dalam sekolah,dan sudah terluka parah karena telah mendapatkan tembakan di dadanya.

Osama yan hanya tidak ingin kalau ibunya merasa sangat panic dengan adanya hal ini, dan berbuat nekat dengan menyusulnya masuk ke dalam sekolah untuk bisa mencari keberadaan anaknya. Rasa pedih ini memang di rasakan dari para orang tua yang di mana anaknya menjadi korban, dan ini memang sangat miris untuk di bayangkan.

Sekolah tersebut memang sudah menjadi sasaran karena sebagian besar siswana adalah anak-anak tentara yang berasal dari Pakistan. Juru bicara dari Taliban, Selasa kemarin, menyebutkan serangan tersebut di maksudkan menjadi suatu aksi balas dendam kepada para militer.

Aksi balas dendam di laksanakan dengan membunuh kepada para anggota keluarga tentara, terutama kepada para generasi atau para anaknya.

” Kami memang mau mereka merasakan adanya rasa kepedihan yang sudah kami rasakan,” terang dari  Muhammad Umar Khorasani. Adapun guru wanita yang sudah di bakar hidup-hidup di sana.

About The Author