Berita Terunik – Anjing Ini Tidak Mau Untuk Tinggalkan Makam Majikannya

Di kabarkan ada seekor anjing yang berada di desa kecil Tiongkok, kisahnya memang sudah membuat banyak orang yang melihatnya terharu dan mencintainya. Anjing ini terus setia untuk menunggu di makam majikannya dan menolak untuk pergi meninggalkan makam sekalipun sudah meninggal di awal bulan Oktober 2011.

Cerita tersebut yang di awali di saat dari Lao Pan, pria yang berusia 68 tahun yang hanya tinggal bersama dengan anjingnya berada di desa Panjiatun, Provinsi Shandong, China, yang sudah meninggal dunia karena sakit yang sudah di deritanya pada awal November. Setelah dari kepergiannya seperti yang sudah di kabarkan di laman media Daily Mail pada tanggal  23 November 2011, anjing Lao tiba-tiba menghilang dari desa.

Untuk beberapa kemudian, penduduk secara tidak sengaja untuk bisa menemukan si anjing yang berada di makam tuannya. Kejadian aneh tersebut memang sudah   berlangsung kurang lebih tujuh hari berturut-turut, duduk di samping kuburan  dari majikannya, dan itu sungguh mengharukan. Anjing tersebut tidak pernah sekalipun jauh-jauh untuk meninggalkan tempatnya, bahkan untuk bisa mencari makan pun tidak meninggalkan tempat tersebut.

“Saya yang memberikannya bakpao untuk anjing ini tiba-tiba dirinya datang ke rumah saya. Dia memang mengambil bakpao tersebut, akan tetapi kembali ke makam lagi,” ujar dari seorang penduduk yang berada di desa, seperti yang di kabarkan berada di media MSN. Dirina yang juga sudah mengatakan sempat berusaha untuk mengembalikan anjing tersebut ke desa, akan tetapi gagal karena anjing selalu menuju kembali ke makam Lao.

Sadar akan yang di inginkan oleh sang anjing tersebut adalah menemani dari tuanna berada di makam terakhirnya, para penduduk memutuskan secara berkala membawakan makanan dan minuman yang ada di makam. Mereka berencana untuk membuatkan kandang dekat dari makam Lao tersebut.  Itulah dari ketulusan dari si anjing yang masih sangat sayang kepada sang majikannya, karena memang  sudah lama hidup bersama berdua.

About The Author