Berita Tips Kesehatan – Ternyata Air Kencing Bisa Membuat Awet Muda

Ada seorang terapis seks yang sangat ternama berada dari negara Inggris berhasil untuk mengungkap rahasia cantikya dimana bisa membuat publik langsung tercengang. Untuk membuat wajahnya bisa mendapatkan wajah yang awet muda, Stella Ralfini, yang sudah berusia 67 tahun ternyata masih sangat rajin untuk menggunakan masker sperma. Dirinya mengerti perawatan tersebut yang berasal dari India dan sudah melakukan selama 30 tahun terakhir ini.

Selain adanya sperma tersebut, ternyata dari urine yang diyakinkan bisa meningkatkan adanya kulit wajah sang wanita. Dengan meminum urine dan mengoleskan berada di dalam wajah memang bukan suatu praktik baru. Berasal dari bangsa romawi bahkan sudah menggunakan air kencing menjadi pemutih giginya.

Berada di abad yang ke-18, di Prancis memang sudah popular untuk bisa mandi urine. Dan itu juga menjadi salah satu obat yang ada di dalam ritual kuno zaman Hindu. Untuk akhir-akhir ini peneliti dan konsultan kesehatan memberikan penjelasan yang berasal dari Martha Christy, sudah menerbitkan tulisannya. Tulisannya di berikan judul dengan Your Own Perfect Medicine. Berada di dalamnya, Martha memberikan pujian kepada kebaikan air kencing untuk tubuh ini.

Dalam suatu potongan pembicaraan yang ada seperti di kabarkan berada di media The Telegraph, sang jurnalis Rebecca Reid mengatakan kalau bersama dengan rekan-rekannya bersumpak mereka selalu mengoleskan air kencing ke wajah mereka.

Salah satu temannya sebutkan kalau air kencing tersebut memang sangat berguna sekali. Di mana kita hanya perlu untuk meneteskan air urine tersebut ke dalam wajah dan langsung menekannya kewajah. Itu nantinya akan bisa mongering sendiri dan bekerja lebih baik daripada antiseptic seperti sudocream.

Akan tetapi karena itu semua masih belum di tes medis lebih helas lagi, dan belum adanya suatu pernyataan resmi yang jelas cara menggunakannya. Jadi jangan mencoba untuk menggunakan sendiri. Karena air kencing adalah air kotor yang keluar dari dalam tubuh kita ini.

About The Author