Berita Unik Terkini – Kadal Pinokio Kini Ditemukan Tidak Punah

Dari kadal yang mempunyai hidung yang sangat panjang seperti yang sudah di ketahui dari beberapa berita yang sebutkan kalau ada hewan yang sudah punah yang bernama Pinocchio anole. Kabarnya dari spesies tersebut sudah muncul kembali dan kini sudah di ingatkan kalau kadal tersebiut masih belum punah, padahal di ketahui 50 tahun yang lalu sudah punah.

Seperti yang sudah di lansir dalam  suatu media seperti NBC News yang sudah di lansir dalam hari Sabtu ini, (5/10/2013) setelah dirinya mencari dari  kadal pinokoi (berhidung panjang) selama tiga tahun ini, dari tim foto grafi yang bekerja sama dengan menjadi satu untuk temukan hewan yang memiliki suatu nama dari tokoh dongeng dan animasi kartun anak-anak tersebut. Dia adalah si pembohong berhidung panjang, pinokio, hal tersebut yang sudah di karenakan sama dengan hidung kadal tersebut.

Alenjandro Artega yang menjadi salah satu penelliti  berasal dari Tropical Herping memberikan ungkapan kalau hewan tersbeut pada awalnya sudah di temukan pada tahun 1853 silam. Akan tetapi di saat tahun 1960an sampai dengan tahun 2005 hewan tersebut  sudah hilang dari pencarian, tidak lagi di temukan dalam segala kawasan.

Dari para ilmuwan yang sudah biasanya mencari kadal tersebut pada hari malam di saat banyak hewan tersebut sedang terlelap untuk tidur. Peneliti yang berhasil dengan bangga temukan kadal pinokio tersebut ada. Di suatu pohon dan terlelap tidur dengan menempel di pohon tersebut. Setelah itu akhirnya sang  peneliti tersebut menyimpan dan gunakan dalam semalaman suntuk. Setelah menjelang pagi akhir si kadal tersebut di foto dengan cahaya yang terang di habitat aslinya.

Kadal Pinokio anoles yang mempunyai nama latinnya anolis proboscid yang di ketahui menjadi salah satu spesies yang masih langka dan sudah di temui dalam empat lokasi yang ada di negara Ekuador. Peneliti yang sudah ungkapkan,fungsi dari hidung panjang tersebut adalah untuk memberikan perlihatan kalau hewan tersebut adalah jenis binatang yang jantan.

About The Author

Reply