Berita Unik Terkini – Wanita Lebih Banyak Akses Situs Porno

Jika memang ada sesuatu pertanyaan yang lain dari pria maupun dari wanita, siapa yang akan lebih suka dalam mengakses adanya situs-situs porno tersebut. Dan sudah di ketahui jawaban yang ada adalah seorang wanita yang sangat sering untuk melakukannya.

Seperti dari salah satu penelitian yang sudah di lakukan dari para pakar yang berasal dari Jerman sudah memberikan ungkapan kalau ternyata dari kaum wanita yang memang lebih banyak kecanduan untuk mengakses adanya situs porno dan bisa di bandingkan kaum laki-laki.

Dari kutipan yang berasal media Telegraph, untuk hari kemarin, Jumat (7/8/14), tentunya yang bisa menjadi suatu pertanyaan besar yang ada kenapa dari wanita tersebut justru menjadi maniak untuk menonton film syur atau pornografi tersebut di beberapa situs online tersebut, dari pada pria yang di mana banyak yang beranggapan kalau kaum hawa yang sangat tidak terkesan untuk mencari dan mengakses situs-situs porno tersebut.

Setelah di lakukan adanya penelitian yang sudah mengambil adanya sample sebanyak 102 perempuan tersebut yang sudah menunjukkan bahwa separuh dari mereka memang sangat senang untuk mengakses adanya gambar-gambar porno yang bisa membangkitkan gairah seks mereka. Yaitu para kaum wanita telah melakukanya.

Walaupun sering di sebut kalau penelitian tersebut hanya mengambil sample dari wanita yang mempunyai usia di bawah dari 30 tahun, masih di sayangkan tidak di jelaskan daerah mana saja wanita-wanita yang sudah sering mengakses adanya situs porno tersebut asalnya.

Bisa di sebabkan, seperti yang sudah di ketahui kalau di setiap negara mempunyai suatu warga yang memiliki pola pikiran masing masing, maksudnya berbeda-beda dengan negara yang lain. Karena dari beberapa negara yang sudah mengaggap kalaui pornografi tersebut hal yang sangat tabu dan sangat di larang keras.

Ini masih memberikan sinyalir kalau wanita juga sangat ingin tahu tentang masalah seks daripada seorang pria. Karena pengetahuan seks wanita juga harus bisa terus bertambah.

About The Author