Bisnis dan Ekonomi – Adira Menambah Dana Rp 9 Trilyun

Perusahaan Pembiayaan PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) bertujuan untuk menghasilkan dana total Rp 9 triliun (US $ 937.010.000) dari penerbitan obligasi dan obligasi syariah. Perusahaan berencana untuk mengadakan beberapa tahap penerbitan obligasi, tahap pertama dijadwalkan pada bulan Februari.

Adira yang sahamnya bersifat terbuka yang merupakan bagian dari Bank Danamon, mentargetkan perolehan dana sebesar Rp 2 triliun dari obligasi dan Rp 500 miliar dari obligasi syariah selama penerbitan obligasi Februari, kata kepala keuangan Adira I Dewa Made Susila.

Adira kemungkinan akan mulai menawarkan obligasi pada pertengahan Januari. Jangka waktu obligasi akan berkisar dari satu hingga lima tahun.

“Kami belum memutuskan harganya karena kita harus menyelesaikan proses pembuatan buku terlebih dahulu,” katanya.

Made menambahkan, PT Danareksa Sekuritas, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities dan PT Standard Chartered Securities akan bertindak sebagai penjamin emisi untuk penerbitan obligasi.

Obligasi dan obligasi syariah diharapkan bisa meningkat menjadi masing-masing Rp 8 triliun dan Rp 1 triliun ketika semua tahapan telah selesai. Adira akan menggunakan dana yang dihasilkan oleh obligasi untuk mendukung pembiayaan operasi, yang meliputi segmen sepeda motor dan mobil.

Dari Januari sampai September 2012, sepeda motor mendominasi pendapatan perusahaan pembiayaan ini dengan Rp 2,21 triliun atau 72,9 persen, diikuti oleh mobil dengan 27,1 persen. Menurut Made, meskipun sepeda motor masih mendominasi pendapatan Adira, perusahaan telah benar-benar mengalami antara 12 persen dan 13 persen penurunan bisnis terutama di bidang sepeda motor pada tahun ini. Kondisi ini disebabkan oleh perlambatan penjualan di industri sepeda motor secara keseluruhan.

Tahun ini, industri mengalami pukulan terhadap penjualan karena penurunan harga komoditas, seperti batubara dan minyak sawit, karena banyak pelanggan bekerja di sektor pertambangan dan perkebunan di seluruh Indonesia. Industri ini sangat dipengaruhi oleh penerbitan Bank Indonesia Juni lalu.

Sebagai perbandingan, Adira telah melihat pembiayaan mobil yang tumbuh sekitar 22 persen tahun ke tahun, sejalan dengan pertumbuhan industri mobil.

 

Bisnis dan Ekonomi

About The Author

Reply