Bisnis dan Ekonomi – Agus Marto : Pemerintah Harus Mampu Kendalikan BBM

 

Agus Martowardojo selaku Menteri Keuangan (Menkeu) mengungkapkan bahwa pemerintah harus berupaya untuk mengendalikan konsumsi terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang bersubsidi pada kuartal III-2013. Hal ini sendiri dilakukan untuk menghindari terjadinya pelanggaran terhadap Undang-Undang (UU) keuangan negara.

Agus Marto juga menambahkan bahwa jika subsidi BBM bersubsi di kuartal III tidak dikendalikan dalam pengonsumsiannya, maka nantinya akan berakibat terjadinya defisit fiskal 2013 yang lebih besar dari yang terjadi setahun sebelumnya.

“Nantinya kuartal III ekonomi akan jauh lebih buruk. Defisit akan jauh lebih besar dan tentu saja melanggar undang-undang Keuangan Negara. Ini akan terjadi jika tidak ada upaya dalam mengendalikan konsumsi BBM itu sendiri,” tukas Agus Marto ketika ditemui pada fit and proper test di gedung resmi Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta.

Walaupun memang perekonomian di Indonesia bisa dikatakan tengah membaik, akan tetapi situasi ini masih tidak lepas dari meningkatnya harga BBM. Selain itu, semakin tinggi juga tingkat konsumsi BBM yang bersubsidi. Tentu saja inilah yang nantinya akan mengganggu fiskal. “Perekonomian di negara kita bisa dikatakan sedang membaik.

Namun, masih saja konsumsi BBM bersubsidi belum bisa diantisipasi dengan baik. Akibatnya kita masih perlu cari cara bagaimana untuk menghentikan pemakaian yang terlalu tinggi. Transaksi berjalan dengan buruklah yang perlu diwaspadai, ya dengan cara pengendalian agar rupiah tidak terdepresiasi,” tambahnya.

Sekarang ini, sebagai orang yang menjabat posisi menkeu, ia pun telah berkomitmen di Kementerian Keuangan akan dilakukannya pemotongan terhadap anggaran lembaga serta kementerian jika memang nantinya defisit fiskal APBN angkanya jauh lebih besar. “Jika defisit fiskal besar, nantinya harus ada pemotongan terhadap anggaran kementerian dan lembaga. Ini adalah cara untuk menormalkan fiskal kita juga,” tandasnya.

Sebenarnya, kalau kita melihat saat ini memang penggunaan BBM bersubsidi terlalu berlebihan. Namun, yang menggunakan BBM bersubsidi tersebut malah yang mampu. Tentu saja ini mengurangi pasokan BBM bersubsidi bagi masyarakat menengah ke bawah. Untuk itulah, diharapkannya terjadi penghematan BBM bersubsidi bagi semua orang, terutama masyarakat menengah ke atas.

 

Bisnis dan Ekonomi

Be Sociable, Share!