Bisnis dan Ekonomi – BI Berharap Bank-Bank Daerah untuk Lebih Profesional

Bank Indonesia (BI), regulator perbankan di negara Indonesia, melakukan kecaman pada bank provinsi. BI mengklaim bahwa bank-bank provinsi harus memberikan kontribusi lebih karena mereka adalah “agen pembangunan” untuk masing-masing provinsi.

Gubernur BI, Darmin Nasution mengatakan pada hari Senin bahwa pembangunan bank milik provinsi masih tertinggal dibandingkan dengan mitra nasional mereka. “Saya menganggap prestasi bank provinsi tidak memuaskan,” katanya dalam pidatonya dalam seminar nasional tentang bank-bank daerah di Jakarta.

Darmin mengatakan bahwa banyak bank-bank daerah tidak memiliki kekuatan modal yang cukup sebagaimana diamanatkan oleh BI saat mereka mulai melakukan operasi perbankan. Ia mencontohkan fakta bahwa 17 dari 26 bank provinsi di Indonesia tidak memenuhi rasio kecukupan modal minimum (CAR) sebesar 15 persen.

Menurut gubernur bank sentral, bank dari 10 provinsi juga memiliki modal inti kurang dari Rp 1 triliun (US $ 104 juta), jumlah minimum yang diperlukan oleh BI.

“Saya mohon gubernur di sini untuk mengambil inisiatif untuk membujuk walikota dan bupati setempat untuk membantu meningkatkan modal (bank di masing-masing provinsi). Percayalah, bank tidak bisa berbuat banyak jika modal lemah, “kata Darmin.

Porsi bank provinsi di industri perbankan Indonesia masih rendah, karena menyumbang 9,62 persen dari total asset yang dimiliki daerah, itu pun hanya dalam industri perbankan sekitar Rp 3.948 triliun, menurut data BI.

Darmin menyesalkan fakta bahwa kurangnya kemajuan bank-bank provinsi muncul setelah BI memberi mereka hak istimewa tertentu.

BI tidak menutup kepemilikan bank provinsi dalam upaya untuk memberikan insentif bagi pemerintah daerah – biasanya pemegang saham dan pengendali bank provinsi. Akan tetapi mereka harus meningkatkan kinerja bank mereka.

Hal ini juga memungkinkan sebuah bank regional untuk membuka cabang sebanyak mungkin di propinsi masing-masing, sesuatu di mana bank tingkat nasional tidak dapat melakukannya.

Dalam seminar tersebut, Darmin juga menyoroti masalah sumber daya manusia yang mengganggu bank provinsi.

“Pesan saya kepada gubernur, dan anggota dewan kota, adalah silahkan pilih eksekutif bank provinsi yang kompeten, profesional dan memiliki integritas yang tinggi,” katanya.

Bank-bank daerah juga tunduk pada kritik karena terlalu berorientasi laba dan dengan demikian memberikan kontribusi sedikit untuk pembangunan daerahnya masing-masing.

 

 

 

Bisnis dan Ekonomi

About The Author

Reply