Bisnis dan Ekonomi – Bupati Mimika: Hanya Tukang Sapu yang Digaji Rp 5 juta di Freeport

 

Eltinus Omaleng selaku Bupati Mimika telah membantah bahwa pekerja dari PT Freeport Indonenia telah mendapatkan gaji sebesar Rp 5 juta setiap bulannya. Menurutnya, gaji sebesar Rp 5 juta itu hanyalah sebagai tukang sapu.

“Hanya tukang bersih – bersih saja yang mendapat gaji segitu, tukang sapu,” ungkap Eltimus Omaleng pada Kantor Kemaritiman, Jakarta pada Selasa 28/2/2017.

Dirinya juga mengatakan bahwasannya pada pekerta dari PT Freeport Indonesia telah mendapatkan gaji dengan jumlah sangat besar. Oleh sebab itulah, mereka melakukan demo sebab tidak rela apabila kehilangan mata pencahariannya.

Tetapi, dirinya tidak menyebutkan berapakah detail gaji yang telah didapatkan oleh para pekerja dari raksasa tambang yang berasal dari Amerika Serikat tersebut.

“Tak ada itu, mereka mendapatkan gaji gede – gede pada Freeport. Mereka telah mendapatkan gaji yang gede, sehingga mereka demo. Apabila dapat gaji kecil, mana mungkin mereka demo,” imbuhnya.

Dirinya pun meminta agar sejumlah pihak tidak membuat pernyataan yang tak benar. Terlebih lagi dengan menyebutkan bila gaji dari pekerja Freeport berada pada kisaran Rp 5 juta.

“Janganlah percaya pada omongan yang seperti itu, tak benar itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Yaqut Cholil Qoumas selaku Anggota Komisi Vl DPR mengaku telah mendapatkan laporan dari hasil pengkajian dari sejumlah data yang telah diperoleh GP Ansor. Berdasarkan pada laporan terkait akan ketenagakerjaan pada Freeport, diketahui bahwa ada sekitar 32.00 pekerja PT Freeport Indonesia, sebagaian besar adalah pekerja kontrak atau biasa disebut outsourcing, lebih tepatnya ada 63,2 %. Tak ahanya itu saja, data juga telah menunjukkan bahwa pekerja yang berkewarganegaraan Indonesia hanya 36,8 %.

“Dari 36,8 % yang berkewarganegaraan Indonesia, 35,8 persemin merupakan saudara kami, yakni putra putri asli dari Papua. Dimana 98,9 % diantaranya merupakan buruh tambang. Jumlah tersebut terbagi dalam 24 jenjang upah dimana pada jenjang terendah telah mendapatkan gaji sebesar Rp 3,316 juta serta pada jenjang tertinggi bagi karyawan hanya berada pada angka Rp 5,517 juta,” beber Yaqut ketika ditemui di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah pada Senin 27/2/2017.

Pada data yang lain juga disebutkan bahwa rasio pendapatan buruh terendah dengan Komisaris Utama dari PT Freeport yang berada di Amerika, berbanding 1 : 535. Sementara itu, upah dari keseluruhan yang telah diterima 4.321 pekerja dari Indonesia di Papua pada setiap bulannya, hanyalah 59,8 % dari pendapatan yang diperoleh Komisaris Utama Freeport.

Be Sociable, Share!