Bisnis dan Ekonomi – Cegah Masuknya virus Flu Burung : Perdagangan Itik dibatasi

Untuk melakukan pencegahan masuknya virus flu burung (H5N1) jenis baru yang menyerang di beberapa daerah, Kementerian Perdagangan akan menyiapkan sejumlah langkah. Langkah-langkah tersebut mulai dari pengawasan perdagangan, pembatasan perdagangan hingga pelarangan perdanganan itik. “Kalau penyebaran virus sifatnya tidak lagi spot, tapi outbreak atau meluas berarti masik tugas Kementerian Perdagangan,” jelas Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi.

Dijelaskan bahwa saat ini Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Komite Nasional Penanggulangan Zoonis (penyakit yang berasal dari hewan). Hal ini berkaitan untuk mengetahui dan menentukan apakah penyebaran virus yang terjadi hanya pada antar-itik atau unggas secara keseluruhan. Atau menular ke itik atau juga manusia, hingga penyebaran virus pada itik lokal atau impor. Saat ini kewaspadaan terus dilakukan karena virus flu burung pernah menyerang ayam dan menularkannya pada manusia pada 2005. “Saat ini diinformasikan bahwa jenis flu burung sudah berbeda,”jelasnya.

Virus flu burung yang selama ini endemis di Indonesia sejak 2003 berkode Clade 2.1 sub Clade 2.1.3 dimana biasanya hanya patogen pada unggas golongan ayam. Namun saat ini virus tersebut menyerang itik dan berbeda dari jenis sebelumnya. Virus yang sekarang menyerang itik tersebut berkode Clade 2.3.2. Dari laporan sejumlah daerah disebutkan sejak September-Desember 2012 terdapat kasus kematian itik akibat H5N1 di 19 kabupaten seperti Sukoharjo, Wonogiri, Pekalongan, Boyolali, Pati, Brebes, Bantul, Sleman, Kediri, dan Indramayu.

Sementara itu Menteri Pertanian, Suswono menyebutkan akan mengajukan dana cadangan bencana penanggulangan wabah virus H5N1 yang menyerang itik. Namun hal itu masih menunggu hasil kajian para ahli mengenai dampak penyebaran virus tersebut.

Sedangkan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Unggas Lokal Indonesia, Ade Meirizal Zulkarnain menyarankan agar pemerintah melakukan restrukturasi peternakan unggas. Restruksturasi tersebut meliputi pembuatan kandang untuk mencegah penyebaran penyakit, penyemprotan desinfektan kandang serta mengurangi lalu lintas sekitar kandang. Sehingga para peternak bisa meningkatkan produksi unggas mereka karena kesehatan ternak lebih terkontrol. Karena jika dilakukan dengan pemusnahan itik maka hal tersebut hanya akan mematikan usaha ternak itik yang bisa jadi diawali hanya dengan modal terbatas.

 

Bisnis dan Ekonomi

About The Author

Reply