Bisnis dan Ekonomi – Upaya Menekan Biaya Jalur Trans Sumatera

 

Hatta Rajasa yang bertugas sebagai Menko menegaskan bahwa pemerintah secara menyeluruh, yakni berawal dari pusat sampai daerah memiliki tanggung jawab dalam upaya untuk menurunkan biaya logistik yang sampai saat ini masih terbilang mencapai angka yang sangat tinggi. Hal itu tentunya akan berpengaruh pada daya saing produksi lokal.

Hatta juga mengungkapkan bahwa sekarang ini, biaya logistik mencapai angka 14,08 persen. Sementara itu, ditargetkan untuk bisa diturunkan hingga 10 persen di akhir tahun 2014 dan berada di bawah 10 persen pada tahun 2025.

Hatta menyebutkan bahwa pemerintah sendiri sedang berupaya untuk mengakomodasi sejumlah kepentingan pemerintah daerah dengan tujuan memberikan penekanan pada biaya logistik. Satu diantaranya yakni pembangunan infrastruktur, yang masih menjadi persoalan hampir di seluruh wilayah.

Di daerah Sumatera, adalah salah satu jalur distribusi yang cukup sibuk setelah Pulau Jawa. Dari sinilah jika infrastruktur mampu diperbaiki dan dihubungkan sesuai dengan skema pengembangan kawasan industri maka akan mampu menekan angka logistik nasional.

“Untuk di luar Jawa, jalur Sumatera menjadi paling sibuk, baik di dalam wilayah ataupun wilayah lainnya. Begitu juga dengan pulau Jawa yang saat ini dari ujung hingga ujung sudah terhubung. Jika Sumatera bisa menyamai, maka target kita untuk menekan biaya logistik mencapai 10 persen di tahun 2014 akan tercapai. Tetapi jika tidak, maka akan sulit dijangkau,” tukasnya.

Hatta juga mengungkapkan bahwa upaya menekan biaya logisitk nasional ini sangat penting dalam rangka hilirisasi industri yang tengah digarap. Sumatera yang menghasilkan komoditi pertambangan, pertanian dan perkebunan tentunya memerlukan infrastruktur yang memadai. Tentu saja dengan tujuan untuk mendorong percepatan pembangunan atau. kecepatan pemasaran barang-barang hasil hilirisasi.

“Jika infrastrukturnya tidka memadai, tidak hanya mengalami peningkatan pada biaya logistik saja, namun juga biaya pembangunan. Proyek sendiri juga akan cuma-cuma karena alasan investor tidak mau masuk. Jadi kita berpikir bahwa ini adalah kepentingan semua pihak. Jadi sebisa mungkin semua harus kooperatif.

Mengenai Sumatera, Hatta mengungkapkan bahwa ada dua hal yang dilakukan yaitu proyek jalan tol dan arteri. Hatta juga menegaskan bahwa pemerintah sedang mengkaji pembangunan jalan trans ini tidak membebankan APBN maupun APBD yang bisa dibilang jumlahnya sendiri cukup terbatas, melainkan dengan menggunakan investasi swasta yang akan memberikan keuntungan satu sama lain.

 

Bisnis dan Ekonomi

Be Sociable, Share!

 

Tags

Related Posts

  • No Related Posts