Cerita Aneh – Pria Ini Bisa Bergairah Karena Bau Kentut

 

Suatu cerita yang sangat menari dari salah satu orang yang berada di Amerika saat ini.  Kabarnya adalah salau orang yang berjenis kelamin pria yang mempunyai umur selama 22 tahun, yang mempunyai suatu kelainan yang sangat aneh, dirinya yang telah terangsang jika memang mendengar dari juga mencium bau kentut dari seseorang.

Pada umunya banyak orang yang pada dasarnya akan merasa sangat marah besar, akan sangat kesal jika memang mendengar dan juga mencium bau kentut tersebut. Hal tersebut memang menjadi umum, karena buang angin itu memang sangat tidak nyamankan beberapa orang yang di sekitar umum.

Akan tetapi tidak akan dengan adanya pria yang mempunyai nama Brad tersebut malah merasa terangsang pada saat mengerti dan mencium dari bau kentut tersebut, sungguh sangat aneh bukan. Coba anda di kentut, apakah anda terangsang, pastinya akan terangsang sangat emosi tinggi.

Suatu kelainan yang sudah di alami Brad tersebut memangnya akan terangsang di saat mendegarnya. Suatu kelainan tersebut yang sudah di namain dengan eproctophilia, itu adalah kelainan yang membuat orang merasa sangat terangsang dengan kentut tersebut.

“Pertama kali aku mengerti akan seorang gadis yang berada di sekolah yang sangat saya sukai. Dirinya langsung kentut pada suatu pelajaran yang ada dan aku semakin bergairah karena itu menjadi hal yang sudah saya inginkan selama menyukainya, aroma kentutnya sangat membuat saya menjadi lebih bergairah,” tukasnya kepada media  Metro.co.uk.

Pada awalnya pria tersebut tidak mempercayai akan yang terjadi tersebut yang sudah membuat rangsangan kepada dirinya. Akan tetapi dirinya juga telah melakukan percobaan kecil dan dirinya terangsang lagi karena kentut tersebut.

“Memang sudah banyak orang yang sudah memberikan perkiraan kalau kentut kelainan eproctophilia adalah suatu perilaku yang sangat aneh menurut mereka, akan tetapi bagi mereka yang mengalaminya akan suatu hal yang sangat mengasikan. Seperti suatu yang normal di rasakannya,” tegas dari sang professor Profesor Mark Griffiths dari Nottingham Trent University menulis kasus eproctophilia.

Be Sociable, Share!