Home » Misteri »

Cerita Fakta Misteri – Penunggu dari kawah Gunung Kelud

 

Asal-usul nama dari Gunung Kelud konon berasal dari Jarwodhosok, yaitu berasal dari “ke”  dari kata “kebak” disusul dengan “lud”  dari kata “ludira”. Gabungan kata ini jika diartikan bermakna penuh angkara murka, dapat merenggut sejumlah banyak korban jiwa yang tidak berdosa. Berdasarkan dari kepercayaan paa penduduk lokal, kawah dari gunung ini tengah dijaga oleh sepasang buaya putih, kedua mahkluk ini konon merupakan sosok jelmaan dari dua orang bidadari.

Sebuah legenda menurunkan cerita dimana pada zaman dulu kala terdapat dua orang bidadari yang sedang mandi pada telaga di sana. Entah kemudian karena terlena, kedua bidadari tersebut melakukan perbuatan terlarang seperti yang sudah biasa dilakukan oleh manusia modern, yaitu melakukan hubungan intim terhadap sesama jenis. Atau, sebut saja dua bidadari ini merupakan lesbian. Dan ternyata perbuatan itu diketahui oleh sang dewa. Karena merasa kesal, maka sang dewa kemudian mengutuk dua bidadari itu, “Kelakuan kalian seperti buaya!”

Sang dewa yang dipercaya menjadi sang penguasa dari jagad raya, maka kata-kata dan ucapannya yang ampuh tersebut merubah kedua bidadari itu seketika menjadi sosok dua ekor buaya. Konon katanya, sampai dengan saat ini mereka menjadi mahkluk penunggu dari danau Gunung Kelud. Letusan dari gunung Kelud pada tahun 1586 yang telah menelan korban sampai 10 ribu jiwa meninggal. Kemudian saat letusan pada 19 Mei 1919 meminta korban sejumlah 5.110 jiwa. Sedangkan letusan pada 26 April 1966 merenggut korban jiwa sejumlah 212 meninggal, sejumlah 74 hilang serta 89 luka-luka.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari sesepuh desa yang ada di sekitar gunung tersebut, jumlah korban tersebut memang “dikersakke” atau diminta oleh kedua bidadari yang menjadi penunggu dari kawah. Para korban tersebut yang laki-laki akan diperlakukan menjadi suami sedangkan yang perempuan akan diangkat menjadi saudari mereka. Berdasarkan pengalaman warga, mereka menengarai apabila Kelud hendak meletus biasanya akan terlihat di angkasa dua buah sorot sinar yang terang memasuki kawah. Ataupun ketika ada banyak burung gagak yang berterbangan di atas pedesaan.

Be Sociable, Share!