Cerita Fakta Mistis – Peti Jenazah Bisa Bergerak Sendiri Dengan Ghaib

Peti mati yang disusun di ruangan khusus atau ruang pemakaman bawah tanah adalah salah satu metode pemakaman yang banyak dilakukan pada masa tahun 1800-an. Biasanya keluarga kaya akan mengumpulkan beberapa peti jenazah keluarganya dalam satu ruangan. Salah satu kisah misterius yang dikenal hingga saat ini adalah peti mati Barbados yang bisa berpindah sendiri.

Dari peti mati yang memang sudah di susun dengan sangat rapi pada suatu ruangan khusus dari sebuah bangunan ruang bawah tanah itu yang sudah menjadi metode baru untuk pemakaan yang  sudah di lakukan dari masa tahun 1800 -an lalu. Biasanya dari keluarga yang kaya raya yang sudah berencana untuk mengumpulkan dari banyaknya peti jenazah dari keluarganya dalam suatu ruangan bawah tanah.

Salah satu kawasannya adalah Barbados yang menjadi salah satu pulau akan adanya pemakaman tesebut terletak di Kep. Karibia, Samudera Atlantik. Untuk tahun 1808 ada sebuah ruangan luas yang mempunyai fungsi sebagai makam batu yang di ambil dari salah satu anggota keluarga Thomas Chase, yaitu kelurga petani yang memang mempunyai banyak budak. Ruangan makan itu yang sudah di isikan oleh mayat Mary Anna Maria Chase, yang di ketahui dia adalah putri dari tuan thomas yang sudah meninggal pada usia 2 tahun di Februari 1808. Di masukan ke dalam peti timah dan di kuburkan di bawah tanah. Setelah beberapa lama di bulan Agustus tahun 1812 Thomas meninggal dunia. Petina akan di letakan di samping kedua putrinya.

Setelah delapan tahun kemudian, makam tersebut di buka untuk pemakaman dari angota keluarga Chase yang lain. Di ketahui kalau posisi dari petinya berubah total. Dari adanya isu akan pemakaman Thomas yang sudah menggerakan petinya dengan sendiri membuat geger dari banyak masyarakat. Masyarakat yang menyaksikan sendiri akan peti peti tersebut ternyata berubah posisinya. Tanpa adanya bekas satu pun gesekan yang terjadi. Dari kabar yang ada keluarga dari chase tersebut tidak di terima oleh bumi untuk di makamkan

About The Author

Reply