Cuaca di Dunia Makin Ekstrem, 139 Orang Tewas di Eropa

 

  Cuaca kini kita ketahui semakin lama sekian ganas tak menentu dan sulit untuk di prediksikan, kini giliran Benua Eropa di landa dengan cuaca buruk yang harus mengakibatkan 139 orang tewas dari akibat cuaca yang dingginnya mencapai di bawah minus 20 derajat celcius, dengan cuacanya yang sangat ekstrim tersebut telor pun akan mengeras menjadi es dengan hawa dingin tersebut.

Di kabarkan tim redaksi dari Ruangkabar.com  bahwa di sejumlah desa di bedua Eropa seperti Hongaria, dan Farkaslyuk di beritakan  para warganya mencoba menggali dan mengikis batubara dengan tangan telanjang dari sisa bekas penambangan, mereka berusaha melawan dingginnya udara yang melanda Siberia angin dari Timur tersebut. Kini udara dingin di daerah pegunungan Farkaslyuk telah mencapai minus 22 derajat celcius.

Dan sejumlah kota lainnya seperti Ukraina ibukota Kiev dimana kota yang akan menjadi tuan rumah dari Piala Eropa 2012 tersebut juga di laporkan kritis bahan pangan di karenakan Supermarket, swalayan, dan sekolah setempat tersebut tutup dan truk pembawa sembako harus mati-matian berusaha mengirimkan bahan pangan dalam kondisi ekstrem yang dingginnya amat luar biasa tersebut dan bisa mencapai minus 25 derajat celcius. Dalam sehari warga di kabarkan meninggal sebanyak 25 orang dan hingga kini telah tewas 63 orang di Ukraina akibat kondisi ekstrem itu.

Tidak hanya manusia yang tewas akibat hawa dingin yang melanda sejumlah kota. Namun ungkap warga setempat bahwa ayam kalkun dan sejumlah binatang lainnya juga ikut tewas kedinginan, dan sangat di khawatirkan oleh warga bahwa serigala akan masuk ke dalam perkampungan mereka untuk mencari makan.

Dan naasnya lagi masih ada negara tetangga yang lebih mengalami nasib yang buruk dibandingkan kota lainnya, Bosnia kini terperangkap suhu dingin yang paling Ekstrem yang pernah di kabarkan dengan menyentuh minus 29 derajat celcius, dan tinggi salju mencapai 30 centimeter, di kabarkam bahwa helikopter-pun terpaksa putus hubungan dengan daerah tersebut untuk menyuplai makanan sembako di akibatkan cuaca yang melanda. Dan slovakia sendiri mencapai dinginnya titik terendah dalam 50 tahun terakhir hingga menutup seluruh jalan dan bandar untuk penerbangan, di kabarkan koran tidak bisa terbit pada hari jumat 3 Febuari 2012.

 

Be Sociable, Share!