Dewi Perssik Tegur dan Nasehati Aldi Taher Yang Berceloteh Soal Poligami

Dewi Perssik Tegur dan Nasehati Aldi Taher Yang Berceloteh Soal Poligami – Dewi Perssik angkat bicara mengenai perilaku Aldi Taher. Salah satu celotehan Aldi Taher yang ditegur oleh Dewi Perssik yaitu mengenai poligami.

Sebagai seorang mantan istri, Dewi Perssik cuma ingin mengingatkan Aldi Taher. Dewi Perssik pun memberikan teguran itu lewat kolom komentar.

Dewi Perssik saat ditemui di kawasan Transmedia, Jaksel pada Jumat (12/2/2021) lalu mengatakan “Ada orang yang bilang gini, ‘Eh Depe mengingatkan.’ Waktu itu saya mencoba untuk mengingatkan dia di kolom komentar itu, mereka bilang komentar itu membuat malu atau menjatuhkan Aldi Taher”.

Dewi Perssik menambahkan “Eh Mas, Mbak, sebelum saya menegur Aldi Taher di kolom komentar, saya sudah lebih dulu ngomong dengan dia secara pribadi”.

Teguran dari Dewi Perssik itu seolah tidak digubris oleh Aldi Taher. Waktu itu, Dewi Perssik merasa gerah atas celotehan Aldi Taher yang membahas mengenai poligami.

Dewi Perssik menuturkan “Saya waktu itu bilang, ‘Mas jangan seperti itu.’ Karena dia sekarang juga sudah punya istri, Mas Aldi sendiri dikit-dikit juga poligami. Kemudian aku bilang, ‘Kalau kamu mau genit-genit dengan cewek lain, biarlah waktu sama aku dulu aja. Namun sekarang kamu juga sudah punya istri yang cantik, diberi kepercayaan oleh Allah, diberi kesehatan, jadi sudahlah nggak perlu poligami-poligami lagi'”.

Dewi Perssik juga mengingatkan bahwa perempuan mana pun pasti tidak akan biasa saja ketika mendengar kata poligami. Dia pun mengingatkan Aldi Taher agar menjaga perasaan Salsabillih yang sekarang telah menjadi istrinya.

Dewi Perssik berpesan “Perempuan mana pun, mau dia itu salihah, ketika mendengar kata-kata poligami pasti akan merasakan sakit hati. Aku tanya sama perempuan-perempuan yang lainnya jika kalian mendengar sang suami mau poligami, meskipun itu hanya bercanda pasti nggak enak di hati, jadi seharusnya tidak perlu mengeluarkan kata-kata yang seperti itu”.

Dewi Perssik menambahkan “Terlebih lagi salat-salatnya diperlihatkan ke orang banyak. Jika untuk acara pengajian atau acara yang lainnya itu boleh boleh saja, namun untuk urusan salat lima waktu kalau bisa jangan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *