Dua Pengedar Sabu Jaringan Malaysia Ditangkap Polisi di Samarinda

Dua Pengedar Sabu Jaringan Malaysia Ditangkap Polisi di Samarinda – Dua orang pengedar narkoba di Samarinda, Kalimantan Timur kembali ditangkap oleh polisi. Keduanya merupakan jaringan pengedar sabu asal Malaysia.

Kedua pelaku yang ditangkap yaitu Supri (24) warga Jalan Perniagaan, Keluarga Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur dan Malla (52) warga kompleks Pasar Segiri Kelurahan Sidodadi. Selain itu, polisi juga mengamankan sabu siap edar yang disimpan di dalam tas milik pelaku.

Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman pada Kamis (13/2/2020) menuturkan penangkapan pelaku dilakukan atas laporan masyarakat soal adanya aktivitas jual beli narkoba. Setelah dilakukan penyelidikan, para pelaku akhirnya ditangkap pada Rabu (12/2/2020) malam di jalan Perniagaan Gang Ernawati, Kelurahan Bandara, Samarinda, atau lebih tepatnya di kos-kosan pelaku.

Arif mengatakan kemudian dilakukan penggeledahan badan, baju dan tempat tinggal, dan akhirnya petugas menemukan barang bukti sabu-sabu.

Barang bukti sabu itu ditemukan di dalam tas warna hitam yang diletakkan di jok sepeda motor bernopol KT 3592 NX. Sabu tersebut dibungkus ke dalam 18 plastik klip dengan berat 902,3 gram, dan 1 tas kecil warna hijau berisi 5 bungkus plastik klip sabu dengan berat 21,46 gram. Polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa 1 unit HP, 1 timbangan digital, dan 1 bendel plastik klip.

Itu merupakan tangkapan yang ke lima dalam sebulan terakhir dengan total barang bukti yang telah diamankan seberat 15 kg sabu-sabu.

Dari keterangan pelaku, sabu-sabu itu berasal dari seseorang yang menjadi DPO Polresta Samarinda. Polisi kini sudah mengantongi identitas pemasok sabu tersebut. Sementara, sabu itu dipastikan berasal dari Malaysia yang dipasok melalui Tarakan Kalimantan Utara.

Malla dan Supri mengaku bahwa baru saja memulai bisnis haram tersebut usai mendapat kiriman dari seseorang yang baru dikenal berinisial AA. Malla mengaku mendapat upah Rp 25 juta jika berhasil menjual semua barang haram itu.

Malla mengaku nekat menjual sabu karena tak memiliki pekerjaan. Rencananya, uang itu akan dipakai untuk biaya hidup sehari hari.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, dan terancam hukuman penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *