Dunia Sepak Bola – Lima Fakta “Lionel Messi” Indonesia, Andik Vermansyah

 

Lima Fakta “Lionel Messi” Indonesia, Andik Vermansyah

Ada sejumlah fakta menarik dan unik terkait salah satu pemain Timnas Indonesia, Andik Vermansyah yang mungkin saja tidak diketahui oleh publik. Sang ibu sendiri bersedia mengungkapkan sejumlah hal tentang anaknya agar masyarakat jauh lebih mengenal pemain Persebaya Surabaya ini.

1. Ketika Lahir, Susah
Percaya atau tidak bakat bermain sepakbola yang dimiliki Andik memang sudah ada sejak ia masih berada dalam kandungan. Menurut penuturan ibunya, saat masih di perut, tendangan si bungsu ini adalah tendangan paling keras jika dibandingkan dengan kakak-kakaknya.

2. Ketika Kecil, Dipanggil dengan Sebutan Ganden
Selain susah ketika lahir, Andik juga memiliki fisik yang cukup menyeramkan dengan kepalanya besar dan berkulit hitam jika dibandingkan dengan saudara-saudaranya. Dengan kepalanya yang besar itulah, ia dipanggil Ganden yaitu Bahasa Jawa, palu dari kayu yang berbentuk kepala besar saat masih kecil. Namun, karena sering dipijat dan ia juga pintar memilih model rambut, ukuran kepalanya terlihat normal kembali.

3. Sempat Tinggal Kelas Ketika SD
Andik memang sudah memilih bermain sepakbola sejak dari kecil. Bahkan, ia harus tinggal kelas di SD saat ia masih kelas 2 karena rutin mengikuti latihan bola setiap sore.

4. Melarang Ibunya Nonton Ketika Bermain
Ini mungkin menjadi fakta yang aneh, dimana rata-rata setiap pemain ingin diberikan support oleh pihak keluarga. Namun, Andik memang tidak ingin ibunya berada di bangku penonton saat bermain. Ada kejadian unik saat final SEA Games 2011 lalu, dimana pihak Badan Timnas mengundang semua keluarga dari para pemain untuk datang ke Jakarta untuk memberikan dukungan secara langsung, termasuk keluarga Andik. Namun, beberapa jam sebelum laga, Andik menelepon Ibunya untuk tetap berada di hotel dan tidak menghadiri Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

5. Tidak Dapat Tidur Tanpa AC
Kebiasaan ini bukan karena sombong atau apa, namun karena kebiasaannya menginap di Mess Persebaya Karang Gayam. Cuaca panas di Surabaya tentu membuat setiap kamar dilengkapi dengan AC. Awal mula menjadi pemain Persebaya, Andik selalu betah untuk tinggal di mess jika dibandingkan dengan rumahnya, karena kala itu rumahnya belum dipasangi AC. Bahkan, Andik sempat kabur selama dua hari dari
TC Timnas U-21 Bantul awal tahun ini bukan karena bimbang untuk memilih bergabung dengan Timnas U-21, melainkan tidak terdapat AC pada kamar hotel yang ditempatinya. Namun, setelah dirayu dan diberikan kamar yang dilengkapi dengan pendingin ruangan, ia pun mau kembali ke TC sebelum berangkat ke Brunei.

 

 

info sepakbola

Be Sociable, Share!