Ekonomi dan Bisnis – Laba Impor Daging Capai 40 Persen

 

Bisnis daging saat ini menjadi salah satu bisnis yang berjalan sangat baik. Situasi ini dikarenakan kondisi di mana pasar selalu menyerap barang yang dipasok pengimpor.

Hal tersebut diungkapkan Thomas Sembiring, Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) saat dihubungi di Jakarta, akhir pekan lalu. Menurutnya, wajar jika kini para pengusaha saling bersaing mendapat kuota impor Daging.

“Kalau bisnis ini tidak menggiurkan, tentu tidak akan berebut orang untuk mendapatkan kuota impor,” ujar Thomas.

Kebijakan pemerintah untuk melarang daging impor dijual kepada masyarakat atau kuota impor dibatasi, dikatakan Thomas adalah upaya untuk memproteksi peternak sapi lokal. Dengan kondisi inilah, pangsa pasar daging impor kini menjadi kalangan industri perhotelan, restoran, dan katering dan juga pengolahan makanan.

“Dengan adanya pembatasan kuota, jelas semakin gampang jualan. Ada juga yang bahkan menjual kuotanya. Makanya, banyak orang mau mengajukan permintaan kuota impor,” kata dia.
Thomas melanjutkan bahwa pada era pemerintahan sebelum reformasi, pemerintah membatasi jumlah pengimpor daging serta hanya ada 20 importir yang aktif. Industri pengolahan makanan juga tak sebanyak sekarang.

Hal itu, kata dia, yang membuat pengimpor berhati-hati membuat perkiraan harga dan jumlah pada daging yang dibeli dari luar negeri tersebut. “Beli partai besar atau tidak, selisih harganya cukup jauh,” ungkap Thomas.

Menurut Thomas jelas jumlah pengimpor semakin banyak. Di sisi lain, industri pengolahan makanan kian tumbuh berkembang yang jelas membuat pengimpor tidak perlu khawatir kuota impor daging.

“Sekarang, berapa pun harga belinya relatif tak akan rugi dan nggak ada matinya. Kalau dulu bisa saja bangkrut,” jelasnya.

Berapa keuntungan yang dinikmati dari bisnis impor daging ini? Thomas enggan menjelaskan secara rinci. Namun, kata dia, presentasenya lebih dari 20 persen modal.

“Bisa 30 sampai 40 persen. Dulu tidak jelas dan membuat importir berpikir dua kali. Makanya dulu ,yang bermain hanya berapa orang lah,” kata Thomas.

Thomas menambahkan, saat ini, ada 67 perusahaan importir yang direkomendasikan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kuota impor daging 80 ribu ton.

 

 

Ekonomi dan Bisnis

No related content found.

Be Sociable, Share!