Ekonomi dan Bisnis – Produksi Gula Kristal Putih Diperkirakan Surplus

 

Produksi gula kristal putih diperkirakan mengalami surplus sebesar 1,36 juta ton. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi. Menurutnya jika produksi nasional tersebut benar-benar naik sesuai angka tersebut maka diperkirakan tahun ini Indonesia bisa tidak melakukan impor gula. Hanya saja meskipun produksi nasional naik namun persebarannya belum merata.

Masih terdapat daerah-daerah tertentu terutama daerah pedalaman yang masih kekurangan pasokan gula. Hal ini disebabkan terhambatnya distribusi. Sehingga mengakibatkan harga gula mahal. Nah, untuk mengatasi kekurangan pasokan sekaligus mencegah kenaikan harga di lokasi-lokasi tersebut pemerintah masih membuka jalur impor. Namun hanya untuk perusahaan-perusahaan tertentu. Hanya perusahaan yang beroperasi di daerah yang jauh dari jangkauan jalur distribusi tradisional.

Sementara itu Menteri Pertanian, Suswono sebelumnya juga telah menargetkan bahwa Indonesia tidak akan menambah impor gula kristal putih. Ia memperkirakan jumlah pasokan yang dimiliki diperkirakan masih mencukupi hingga musim giling tebu mendatang. Selain itu di Sumatera sejak Februari 2013 ini ada beberapa pabrik gula yang mulai beroperasi. Pada 2013 ini diperkirakan produksi gula nasional mencapai 3,7 juta ton.

Untuk jumlah impor gula kristal putih tahun lalu, Kementerian Perdagangan mengijinkan impor gula sebanyak 17.500 ton. Izin impor hanya diberikan kepada perusahaan tertentu. Dan izin impor tersebut diberikan untuk mengisi pasokan gula di daerah non sentra produksi gula. Selain itu pemberian izin impor juga hanya diberikan berdasarkan permintaan pemerintah daerah.

Organisasi Gula Internasional sebelumnya memperkirakan Indonesia masih akan melakukan impor gula cukup tinggi. Bahkan akan bisa menggantikan Cina yang saat ini merupakan negara importir gula terbesar. Saat itu melalui forum ekonomi Organisasi Gula Internasional, Sergey Guldoshnikove menyebutkan bahwa konsumsi gula di Indonesia diperkirakan mengalami pertumbuhan tiap tahunnya sebanyak 4 persen.

Namun jika produksi gula nasional meningkat maka impor gula Indonesia pun akan turun atau sama sekali tidak akan melakukan impor gula. Apalagi jika pabrik gula yang mulai beroperasi di Sumatera dan daerah lain mampu memproduksi gula secara maksimal.

 

 

Ekonomi dan Bisnis

Be Sociable, Share!