Elektabilitas PDI P Dan Gerindra Menurun

Elektabilitas PDI P Dan Gerindra Menurun – Hasil survei yang telah digelar oleh Vox Populi Research Center tentang elektabilitas partai politik pada awal 2021 menunjukkan, bahwa elektabilitas PDI P dan juga Partai Gerindra mengalami penurunan.

Hasil dari survei Vox Populi telah menunjukkan bahwa elektabilitas PDI P turun yang sebelumnya 33,5 % pada bulan Juni 2020 dan 31,3 % pada bulan Oktober 2020 menjadi 19,6 % pada bulan Januari 2021.

Hal yang sama juga dialami oleh Partai Gerindra dari 14,1 % pada bulan Juni 2020 dan 13,9 % pada bulan Oktober 2020, anjlok menjadi 9,3 % pada bulan Januari 2021.

‘’Anjloknya elektabilitas PDI P dan juga Gerindra sebagian besar karena golput, yang mana responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab naik signifikan,’’ ujar Direktur Eksekutif Vox Populi Research Center, yakni Dika Moehamad melalui keterangan pers, pada Selasa, 5 Januari 2021.

Sementara, elektabilitas partai politik lain cenderung stabil dan ada 3 partai yang mengalami kenaikan elektabilitas yakni PKS, Partai Demokrat dan juga Partai Solidaritas Indonesia atau PSI.

Elektabilitas PKS 5,3 % pada bulan Juni 2020 dan 5,6 % pada bulan Oktober 2020, saat ini pada Januari 2021 mencapai 8,1 %.

Sementara, Demokrat naik dari sebelumnya 3,4 % pada bulan Juni 2020 dan 3,3 % pada bulan Oktober 2020 menjadi 5,1 % pada bulan Januari 2021.

Elektabilitas PSI, naik yang sebelumnya 4,5 % pada bulan Juni 2020 dan 4,7 % pada bulan Oktober 2020, menjadi 4,9 % pada bulan Januari 2020.

Adapun partai lain yang elektabilitasnya stabil yaitu Partai Golkar dari 14.1 % pada Juni 2020, 8,7 % pada Oktober 2020 dan 8,4 % pada Januari 2021.

Kemudian, PKB dari 6,4 % pada Juni 2020, 5,9 % pada Oktober 2020, dan 5,5 % pada Januari 2021.

Lalu, Nasdem dari 4,3 % pada Juni 2020, 3,8 % pada Oktober 2020 dan 3,6 % pada Januari 2021.

PPP dari 2,7 % pada Juni 2020, 2 % pada Oktober 2020 dan 2,1 % pada Januari 2021.

Survei Vox Populi Research Center telah dilakukan 26 hingga 31 Desember 2020, melalui telepon terhadap 1.200 responden yang telah mewakili semua provinsi di Indonesia dan dipilih secara acak pada survei sebelumnya.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *