Fakta Unik Teknologi – Pembangkit Listrik Unik, Berbahan Bakar Uang

Kita memang sudah mengenal lama akan adanya pembangkit listrik yang menggunakan bahan baku bisa menghasilkan suatu energy listrik. Di mana dari pembangkit listrik tersebut banyak yang menggunakan tenaga air, batu bara, udara dan juga dari bahan bakar minyak. Berada di pasokan dari bahan baku itu memang harus tetap tersedia supaya dari listrik bisa menghidupi para pelanggan.

Akan tetapi seperti salah satu hal yang unik berada di Tiongkok lagi, dan ini menjadi suatu hal yang sangat aneh sekali, pembangkit listrik ini mengahasilkan listrik bukan berasal dari tenaga air ataupun batu bara, akan tetapi pembangkit listrik satu ini sangat aneh, menggunakan uang untuk bisa menghidupinya. Di mana dari pembangkit listrik dari uang tersebut bia menerangi sekitar 1,5 juta pelanggannya. Terus bagaimana bisa bekerja?

Pembangkit listrik unik berasal dari kota Luoyang, provinsi Henan, Tiongkok baru saja membeberkan klaim semua hal yang unik ini, jika dari pembakaran uang itu di nilai sangat ramah lingkungan daripada menggunakan tenaga batubara. Mereka juga inginkan dengan menggunakan uang ini, bisa membuat hangat para penduduk kota yang di mana tepat berada di musim dingin saat ini.

Pembangkit listrik tersebut menggunakan bukan uang yang masih bisa di gunakan, akan tetapi menggunakan uang bekas atau uang rusak yang di kumpulkan berasal dari beberapa bank, tidak semena-mena di keluarkan uang tersebut, akan tetapi masih melalui adanya perijinan lebih dahulu dengan pihak keuangan kota dan negara di sana.

Adanya hasil polusi yang di hasilkan dari pembangkit listrik tersebut sangat relative kecil, bisa di harapkan kalau akan hasilkan listrik besarnya adalah 660 kilowatt perjamnya.

“Dengan banyaknya uang bekas dan rusak tidak di gunakan berada di bank, bisa di gunakan untuk pembangkit listrik yang mempunyai daya besarnya adalah 1,32 juta kilowatt, dan yang sama dengan 1,32 juta kilowatt, dan itu yang sama dengan penggunaan batu bara besarnya adalah 4.000 ton, “ujar dari juru bicara yang berasal dari Bank of China yang sudah mengatakan sudah di kabarkan berada di media Mail Online.

About The Author