Final Piala Eropa 2012 – Pemerintah Polandia Menjamin Keamanan Para Fans

 
   Final Piala Eropa 2012 – Pemerintahan tuan rumah Piala Eropa yakni Polandia menjamin semua keselamatan dari para fans sepak bola selama penyelenggaraan Piala Eropa 2012 nantinya.
Tuan rumah Polandia juga sempat mengkritik sejumlah pernyataan dari sang mantan pemain belakang Inggris yakni Sol Campbell yang sempat melarang sejumlah pendukung untuk berangkat ke Polandia dan Ukraina. Pernyataan sang mantan pemain belakang tersebut merujuk pada sebuah tanyangan dokumentar yang sempat menampilkan sejumlah sejarah rasisme dan juga kekerasan pada kedua negara tersebut.
Sekumpul orang terlihat mengejek pemain yang berkulit hitam dengan sejumlah suara monyet, menyanyikan ejekan berupa anti semit, melakukan sejumlah salam Nazi dan juga melakukan penyerangan pada pelajar Asia di Metalist Stadium, Karkiv. Khawatir dalam menjadi korban rasisme, kedua keluarga dari pemain kulit hitam tim nasional Inggris yakni Alex Oxlade-Chamberlain dan Theo Walcott pun memutuskan untuk tidak pergi.
Sang juru bicara kementerian dalam negeri Polandia yakni Malgorzata Wozniak pun mengakui kalau dirinya terkejut dengan semua pernyataan dari Sol Campbell tersebut. Dia lalu menyatakan ribuan polisi akan berusaha keras dalam menjaga keselamatan pada pendukung yang datang nantinya.
“Sejumlah kementerian dan juga kepolisian Polandia akan siap dalam memastikan sejumlah keselamatan para fans dan pemain yang akan datang ke Polandia nantinya. Semua kepolisian Polandia telah persiapkan sejumlah prosedur keamanan selama bertahun dengan pertimbangkan berbagai susunan skenario yang mungkin bisa terjadi,” ujarnya.
“Sebagai sejumlah respon terhadap pernyataan tersebut, kini pemerintah dari Polandia sangatlah terkejut karena laporan hal tersebut berasal dari pendapat dari seorang saja,” tegasnya.
Kecemasab terhadap kriminalitas dan juga rasisme tersebut memang sangat terasa terutama pada tuan rumah Ukraina. Bahkan 16 tim nasional yang akan berlaga nantinya, ada 13 negara yang termasuk Inggris lebih memilih untuk menetap di Polandia selama turnamen empat tahunan tersebut berlangsung.
Be Sociable, Share!