Gegara Dendam Lama Selingkuhi Istri, Pria di Tasik Nekat Aniaya Tetangga

Gegara Dendam Lama Selingkuhi Istri, Pria di Tasik Nekat Aniaya Tetangga – Seorang pria bernama Wahyudi (37) yang merupakan warga Desa Sirnajaya, Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat nekad melakukan penganiayaan terhadap tetangganya sendiri, pada Rabu (20/05/2020) malam. Korban yang diketahui bernama Fredy Bayu (35) itu dibacok oleh pelaku dengan menggunakan sebilah golok sampai terluka parah pada bagian punggung, lengan dan kepala. Atas kejadian itu, korban langsung dilarikan ke Rumah sakit Umum Daerah SMC dalam kondisi kritis untuk segera mendapat penanganan medis.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo Tarigan saat ditemui di kantornya pada Kamis (21/5/2020) mengatakan bahwa telah terjadi kasus penganiayaan berat yang dilakukan oleh tersangka W terhadap tetangganya sendiri berinisial FB. Korban dibacok oleh tersangka dengan menggunakan golok sampai mengalami luka parah pada bagian kepala belakang hingga punggung.

Motif pelaku sampai nekat melakukan aksi penganiyaan itu dipicu karena dendam lama yang kembali muncuat. Pelaku merasa kesal usai korban selingkuhi istrinya pada tahun 2016 silam. Korban selingkuhi istri W ketika pelaku bekerja di Semarang.

Pelaku juga sudah berulang kali mencari keberadaan korban tetapi selalu gagal karena sering kali bersembunyi. Namun nahas, korban diketahui keberadaannya ketika pelaku pulang secara tiba-tiba dari Semarang. Tanpa ada kata ampun, korban langsung mendapat serangan berupa sabetan golok hingga kondisinya kritis.

Siswo mengatakan jadi motif pelaku melakukan penganiayaan itu karena dendam lama, korban pernah berselingkuh dengan istri pelaku ketika pelaku sedang bekerja di Semarang pada tahun 2016 silam. Dan kebetulan pelaku tiba-tiba pulang untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit kemudian pekerjaan pelaku berhenti karena danya wabah virus corona atau COVID-19 dan pada akhirnya bertemu dengan korban dan langsung dianiaya.

Di depan polisi, Wahyudi (37) mengaku merasa sakit hati karena rumah tangganya dibuat hancur oleh perbuatan korban. Terlebih lagi, Korban sering kali melontarkan kata-kata kasar hingga mengaku puas sudah menyetubuhi istri pelaku.

Wahyudi di hadapan penyidik mengaku bahwa hal yang paling menyakiti hatinya itu saat korban di WA, dan justru menantang dirinya dan sampai mengaku puas sudah menyetubuhi istrinya. Akhirnya rumah tangganya dengan sang istri sampai bercerai.

Dalam kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa golok, pakaian dan celana korban yang berlumuran dengan darah. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan KUH Pidana dan terancam hukuman delapan tahun kurungan penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *