Gosip Artis – Awalnya Dena Rachman Sudah Diajari Macho

Sebelum pada akhirnya memutuskan menjadi seorang transgender, sudah banyak ciri-ciri yang sudah di ketahui di saat dari artis cantik Dena Rachman masih kecil. Dimana Dena Rachman sangat senang sekali segala hal yang berbau feminim. Akan tetapi selayaknya menjadi anak laki-laki harusnya pemilik nama asli Renaldy Denada Rachman seharusnya bisa menjadi anak yang lebih macho lagi.

Oleh karena itu, dari keluarganya pun di awalnya memberikan dukungan kepada Dena Rachman agar bisa lebih macho lagi dengan beberapa hal yang ada. Seperti salah satuya adalah dengan mengikutkan Renaldy Denada Rachman yang kini menjadi Dena Rachman mengikuti suatu sinetron laga.

“Aku sendiri memang sangat suka dengan beberapa hal-hal yang berbau finimin, sangat tampil dan bersolek, bermain roll playing, bernyayi, main dandan-dandanan, dan itu sudah saya merasakan ke arah sana. Maka dari itu mereka menyuruh saya untuk nyanyi, modelling dan bermain sinetron laga, mungkin agar bisa menjadi macho ya,” terang dari pemilik label sepatu yang bermerk Drama itu disebutkan kepada wartawan untuk hari kemarin, Jumat (4/12/15).

Akan tetapi pada hasilnya mereka malah gagal. Bukannya bisa menjadi lebih macho lagi, Dena malah semakin tidak nyaman dengan kondisinya. Dirinya merasa kalau bukan menjadi seorang laki-laki lagi. Walaupun begitu, dirinya akan tetap jaga image dengan lingkungan sosialnya.

Sampai berada di suatu ketiga Dena Rachman masih duduk berada di bangku SMP, dari rekan-rekannya bertanya kepada dirinya. Mereka merasakan kalau ada sesuatu yang sudah di tutup-tutupi berasal dari diri Dena Rachman dan meminta agar bisa tetap jujur. Pada saat itulah pikiran dari Dena Rachman terbuka dan berkata jujur kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Dirinya mulai menjadi dirinya sendiri dan bisa temukan suatu kenyamanan darinya. Sampai pada akhirnya Dena Rachman berhasil selesaikan kuliah berada di S1 ada di FISIP UI, pada akhirnya diriya mengunkapkan keinginannya menjadi transgender kepada orang tuanya.

About The Author