Hakim Karaoke Dipecat, Kini Giliran Rifan Yang Terancam di Pecat

 

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Putu Suika dipecat karena di katakan memiliki fasiltas ataupun perangkatan Karaoke dari pihak berperkara, kini pengacara Rifan pun di ajak sekalian. (Peradi) Perhimpunan Advokat Indonesia kini siap-siap dalam penggelaran sidang untuk kode etik untuk Rifan.

Persidangan untuk kode etik ini akan segera di lakukan untuk Rifan sesuai dengan Undang-Undang Advokat dan hukumannya tergantung dari teguran kecil hingga dengan pemecatan dan prosesnya akan di proses memalui Dewan Kehormatan Peradi.

Orang nomor satu di tubuh Organisasinya sebagai Advokat ini mengatakan sangat prihatin dengan perilaku yang Rifan perbuat, seharusnya para akvokad mestinya menjaga kehormartannya dan nama baik untuk kliennya dan bukan malah ikut terjerumus dalam masalah praktek kotor mafia peradilan, ungkapnya.

Otto Hasibuan juga mengungkapkan sangat prihatin atas masalah yang terjadi tersebut. Dalam kasus ini Putu memang menerima fasilitas Karaoke dari kliennya atau pihak berperkara untuk membelanya, dan dalam pembelaan tersebut Putu sempat menyebutkan bahwa PN Denpasar pun ikut terlibat di dalamnya, Hakim berusia 64 tahun inipun harus di pecat oleh (MKH) Majelis Kehormatan Hakim.

Rifan pun angkat bicara dan mengatakan bahwa “Itu nyanyi biasa, Ada yang sebelum perkara diputus, kan ketemu bisa di mana saja. Tapi kita nggak janjian ketemu di sana. Ketemu di mal, di mana saja, masa kita nggak boleh menyapa. Kadang kita ketemu di pengadilan, di kantin, masa kita buang muka. Kan pasti menyapa itu hal yang wajar”. Sama hakim yang lain juga kalau ketemu bersalaman dan mengobrol.

 

No related content found.

Be Sociable, Share!