IDI Pastikan dr Toni Meninggal Karena Kelelahan dan Sakit Jantung Bukan Corona

IDI Pastikan dr Toni Meninggal Karena Kelelahan dan Sakit Jantung Bukan Corona – PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan bahwa dokter dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, yang bernama Toni Daniel Silitonga meninggal dunia bukan karena virus corona. IDI memastikan bahwa dr Toni meninggal dunia karena sakit jantung.

Ketua Umum PB-IDI dr Daeng M Faqih seperti yang dilihat pada postingan twitter resmi @PBIDI, pada Minggu (22/3/2020) menyatakan mengenai postingan IDI soal meninggalnya sejawat-sejawat anggota IDI selama pandemi Covid-19 itu adalah benar, dr Toni Daniel silitonga meninggal dunia bukan karena terjangkit Covid-19.

Daeng mengatakan dr Toni yang berprofesi sebagai Kepala Seksi Penanggulangan virus Corona meninggal dunia bukan karena terpapar virus Corona. Dia menyebut dr Toni meninggal dunia karena kelelahan dan sakit jantung.

Daeng menambahkan dr Toni meninggal dunia dikarenakan kelelahan dan adanya serangan jantung.

Daeng juga menjelaskan selama menangani pandemi virus Corona di Bandung Barat, dr Toni selalu sibuk menyediakan fasilitas kesehatan. Selain itu, dr Toni juga ikut memberikan edukasi secara luas kepada masyarakat.

IDI memberikan apresiasi yang sebesar besarnya kepada sejawat dr Toni yang pada akhir hayatnya mendedikasikan pemikiran dan tenaganya untuk menangani wabah Covid-19.

Daeng dan segenap PB-IDI juga memberikan doa kepada dr Toni dan dokter lainnya supaya diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa. Sebelumnya diketahui, seorang dokter dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), sekaligus menjadi Satgas Penanggulangan Covid-19 KBB meninggal dunia, pada Kamis (19/3/2020) pagi di kediamannya, di Komplek Nusa Hijau, Kota Cimahi.

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan saat dikonfirmasi mengatakan dokter itu diketahui bernama dr Toni Daniel Silitonga, yang merupakan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes KBB.

Hengky mengatakan, meski menjadi bagian dari Satgas Penanggulangan Covid-19, tetapi beliau meninggal dunia bukan karena terinfeksi Covid-19 namun akibat penyakit jantung yang dideritanya sudah sejak lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *