Info Astronomi – Cara Melihat Meteor Orion Di Malam Ini

Ada ratusa meteor yang nantinya bisa di jadwalkan menghujani Bumi untuk hari malam nanti, Rabu (21/10/15). Dari meteor-meteor tersebut yang sudah diciptakan berasal dari debu-debu Komet 1P/Halley yang telah terbakar karena saling bersinggungan dengan atmosfer Bumi.

Bentuk dari fenomena akan jatuhnya meteor-meteor berasal dari Komet 1P/Halley tersebut yang memang sudah terkenal dengan nama hujan meteor Orionids. Meteor akan bisa melesat dari sisi bawah dari rasi bintang Orion, atau dalam bahasa Jawa disebut dengan Lintang Waluku.

Hujan dari meteor ini sebenarnya bisa di saksikan sampai nanti tanggal 7 November bulan depan. Akan tetapi berada di malam ini menjadi malam yang terbaik untuk menyaksikannya karena bisa di katakan menjadi malam puncaknya.

“Orionids ini akan bisa menampakkan sebanyak 15 – 20 meteor dalam setiap jam di saat waktu puncaknya,” terang dari pembina Jogja Astro Club yang bernama Mutoha Arkanuddin untuk hari kemarin, Selasa (20/10/15).

Adapun waktu yang sangat tepat untuk bisa saksikan adalah selepas di jam 10 malam nanti sampai dengan dini hari nanti. Setelah lepas tengah malam nanti, bulan yang akan tenggelam sehingga langit akan bisa terlihat gelap, memungkinan lebih banyak akan terlihat banyak metoer yang terlintas.

Untuk bisa mengamati adanya hujan meteor yang ada sepanjang minggu ini, pergilah berada di lapangan atau daerah yang gelap. Wilayah seperti pantai dan juga pegunungan akan bisa menjadi alternatif.

“Sebaiknya kita harus bisa mengenali beberapa nama-nama rasi dan bentukan bintang yang terlihat berada di malam ini melalui software planetarium seperti Starrynight atau Stellarium,” saran dari Mutoha.

Karena adanya suatu pengataman yang ada di malam hari, bawalah senter, alat lain yang bisa di butuhkan. Jika memang sangat senang dengan astrofografi, boleh juga untuk menggunakan kamera untuk bisa mengabadikan.

Dari meteor tersebut yang nantinya bisa melesat dengan kecepatan 66 km/detik. Cepat akan tetpai janga lupa untuk bisa menghitungnya.

About The Author