Info Astronomi – Curiosity, robot enam roda mendarat di Mars

 

Info Astronomi – Baru-baru ini Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau yang lebih dikenal dengan NASA melalui Mars Science Laboratory (MSL) melakukan observasi untuk menjajaki kemungkinan kehidupan di Mars. Dalam program itu, MSL mengirimkan sebuah robot dengan berat satu ton yang dinamai Curiosity. Robot ini diklaim sebagai robot terbesar yang pernah diciptakan demi penjelajahan luar angkasa. Selain robot, pihak MSL juga membawa alat untuk difungsikan sebagai pencari fosil mikroba. Alat itu direncanakan akan melakukan pengeboran tanah serta melakukan kajian evolusi Mars dari planet basah menjadi kering.

Robot yang dilengkapi dengan enam roda ini diharapkan bisa mengungkap molekul kehidupan serta melakukan analisa tanah yang mungkin bisa mendukung bukti kehidupan Mars di masa lampau. Selain itu, penelitian ini juga melihat jika ada kemungkinan mendaratkan manusia di Mars. Peneliti mengungkapkan apabila robot ini dibawa dengan kecepatan 21.240 km/jam dan kemudian melambat dengan dibantu oleh parasut supersonik.

Sejak peluncurannya di Cape Canaveral, Florida pada November 2011, akhirnya Curiosity berhasil mendarat di Mars pada 6 Agustus 2012. Robot itu mengirimkan foto kepada NASA yang menunjukkan foto bayangan robot setelah berhasil mendarat di Kawah Galem pada pukul 01.31 EDT, sekitar pukul 15.00 di Mars atau pukul 12.31 WIB. Sebelumnya, NASA memperkirakan setelah robot berhasil mendarat, maka hal itu akan diketahui manusia di bumi 14 menit kemudian. Curiosity diharapkan untuk melakukan beberapa penelitian yang telah ditargetkan.

Pendaratan ini menggunakan energi nuklir dengan menjalankan beberapa tahapan, dimana ada penetrasi atmosfer, perlambatan melalui bantuan parasut supersonik, dan kemudian dilanjutkan dengan pendaratan halus. Lebih detail, sesampainya Curiosity memasuki atmosfer Mars, maka robot ini akan bermanuver untuk memperlambat kecepatan hingga ketinggiannya hanya berjarak 11 km dari permukaan planet Mars. Selanjutnya, parasut supersonik akan dikembangkan hingga Curiosity mencapai ketinggian 1,6 km.

Kemudian, retrorocket akan dilepas untuk mendampingi dan memandu Curiosity selama pendaratan. Retrorocket ini juga lah yang menurunkan Curiosity dengan tali nilon. Setelah Curiosity berhasil menyentuh permukaan Mars, maka tali nilon kemudian dilepas oleh retrorocket yang terbang perlahan untuk menjauh.

Robot ini diharapkan bisa mengambil sampel tanah dan batuan pada akhir September, yang dilanjutkan pengeboran Mars pada Oktober atau November.

 

Info Astronomi

Be Sociable, Share!