Info Astronomi – Merkurius Sebagai Planet Terdekat, Tercepat, dan Terkecil

 

Info Astronomi – Merkurius terkenal dengan planet yang memiliki kata “paling”. Planet ini terletak paling dekat dengan Matahari. Jaraknya dari Matahari sekitar 46 juta kilometer hingga 70 juta kilometer. Selain itu, planet itu juga terkecil di antara planet lain di tata surya. Sementara itu, jika dilihat dari Bumi secara visual, Merkurius dapat diamati dengan jarak maksimum 28,3 derajat dari matahari.

Dengan posisi tersebut, maka planet tersebut hanya bisa dilihat di langit timur sebelum Matahari terbit atau ketika berada di barat saat matahari telah terbenam. Keberadaannya itu menyebabkan planet ini hanya bisa dilihat selama satu jam 53 menit saat mencapai elongasi maksimal. Hal ini pula yang menjadikan Merkurius bisa dilihat dalam waktu yang berbeda. Kemunculannya yang berbeda membuat masyarakat Yunani Kuno menyebut Merkurius yang terlihat di timur sebagai Apollo dan Hermes ketika planet tersebut muncul di barat.

Planet ini disebut terkecil karena hanya memiliki diameter 4.800 km, meskipun terlihat masif dibanding dengan dua satelit terbesar di tata surya, Titan dan Ganymede. Selain itu, Merkurius juga dikenal dengan planet dengan kerapatan tertinggi kedua setelah Bumi karena memiliki 5,43 gr/cm3.

Ketika mengamati ciri fisik Merkurius, akan terlihat jika inti planet ini memiliki ketebalan yang lebih dominan relatif karena ukurannya mencapai 60% dari massanya. Dilihat dari sudut kemiringannya, sumbu rotasi Merkurius mendekati nol jika diukur dengan sumbu revolusi, sekitar 0,027 derajat.

Hasil ini menjadikan planet ini tidak memiliki empat musim, baik pada Merkurius Selatan maupun Utara. Oleh karenanya, temperatur di Merkurius menjadi sangat variatif, antara 80-700 K.

Hingga saat ini hanya satu misi yang berhasil mengamati Merkurius, Meriner 10, pada 1973. Direncanakan sebuah misi akan dilakukan para ilmuwan untuk melengkapi data yang didapat pada Messenger. Misi yang dinamakan BepiColombo ini rencananya diluncurkan pada 2013 sehingga bisa mengorbit ke Merkurius pada 2019.

Selanjutnya BepiColombo diharapkan bisa melakukan pengumpulan data maksimal dua tahun. Misi menuju Merkurius disadari tidak mudah. Planet ini bahkan baru diketahui dengan benar saat 1965 ketika Merkurius telah diamati melalui radar.

Hal ini lantaran penelitian dari dekat memang cukup sulit mengingat planet ini sangat dekat dengan matahari sementara tidak memiliki atmosfer. Selain itu adanya perbedaan laju orbit juga menyebabkan Merkurius sulit diamati.

 

Info Astronomi

Be Sociable, Share!