Info Balap – Lorenzo Jawab Tegas Kritikan Masalah Aerodinamis

Berasal dari sang pembalap Spanyol Jorge Lorenzo yang baru mengklaim bahwa diriya sudah mulai untuk terbiasa menggunakan teknologi barunya sudah di pasangkan berada di motor idamannya YZR M1 selama berada di dalam sesi latihan pertama dan juga kedua berada di sirkuit Jerez untuk hari Sabtu kemarin. Akan tetapi ada sedikit yang sangat mengganjal berada di dalam laju kecepatan M1 miliknya, terutama pada saat sang pembalap Spanyol tersebut ada di trek lurus.

“Berada di tahun ini keberadaan winglet memang sedikit lebih besar dan posisinya berbeda dibandingkan dengan musim lalu. Walaupun tidak berbeda sangat mencolok, akan tetapi anda sedikit kurang merasakan pada saat roda di gunakan untuk bermanuver. Selain itu saya sendiri juga merasakan kecepatan yang bagus selama berada di trek lurus,” sanggah dari Jorge Lorenzo berada di dalma kutipan Motorsports untuk hari Sabtu kemarin (23/4/16).

Winglet atau sayap aerodinamis ini biasa di gunakan berada di kelas utama sudah menjadi suatu bahan pembicaraan yang sangat hangat selama di langsungkannya sirkus MotoGP mengaspal berada di sesi latihan bebas yang pertama. Bukan hanya dari tim pabrikan seperti Ducati, Honda dan Yamaha saja menggunakan ini.

Akan tetapi dari tim satelit seperti Suzuki dan Aprilia di ketahui sudah mencooba untuk menggunakan perangkat yang sudah di pelopori oleh tim Ducati itu. Walaupun seperti ini, tidak sedikit dari pembalap yang memberikan kritikan cadas kepada teknologi yang seperti ini. Kritikan itu berasal dari Valentino Rossi dan juga Aleix Espargaro.

Dari Aleix Espargaro yang menyebutkan bahwa penggunaan winglet ini sangat berbahaya kepada keselamatan dari pengendara. Sedangkan dari Rossi memberikan pengakuan bahwa sayap aerodinamis ini bisa membuat kuda besi miliknya menjadi lebih aneh sekali. Akan tetapi pengakuan dari rekan satu timnya Lorenzo malah tertarik menjawab kritikan itu.

Sejauh ini Lorenzo mengakui senang dengan winglet tersebut. Dirinya merasakan manfaat ini tidak seperti rekan satu timya, Rossi.

About The Author