Info Baru Nasional – KPU Soal Caleg Ganda PKPI

Hampir selama empat bulan usai penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) untuk Pemilu 2014, ternyata masih saja ditemukan adanya pencalonan ganda. Sebut saja Toni Arif Setiawan yang berasal dari Partai Keadilan dan persatuan Indonesia (PKPI) tercatat pada DCT di DPR dan DPRD wilayah Jawa Timur. Untuk hal pencoretan dari DCT, KPU menunggu adanya rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu.

“Secara normatif jika telah ditetapkan dalam DCT, dan ketahuan ganda, maka harus dicoret keduanya,” ujar salah seorang anggota KPU Arief Budiman, ditemui di kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jakarta, hari Jumat (13/12/2013).  Akan tetapi, kata Arief, pencoretan tersebut tidak serta-merta dilakukan oleh KPU. “Tapi kan juga ada hal yang lain. Katanya ia telahh mengundurkan diri dari bursa caleg DPR. Pengunduran diri tersebut katanya telah disampaikan kepada partainya,” terang Arief.

Oleh karenanya, tegas Arief, KPU masih menunggu dahulu kajian serta putusan dari Badan Pengawas Pemilu tentang persoalan ini. Dia juga memastikan bahwa pencoretan ini akan dilaksanakan tetapi ia belum bisa memastikan apakah salah satu dari DCT atau 2 DCT sekaligus. “Kita tunggu dulu (rekomendasi Bawaslu),” ujar mantan anggota KPU Jawa Timur tersebut.

Nama Toni Arif Setiawan, tercatat pada DCT DPRD Provinsi Jawa Timur untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur (Jatim) I dengan Toni Arif Setiawan SE. Sementara pada DCT DPR, nama itu tercatat pada Dapil Jatim VIII sebagai Toni Arif Setiawan. “Mungkin kami kurang cermat hingga dia sampai tercatat 2 kali,” kata Arief, hari Selasa (10/12/2013).

Sementara salah seorang anggota KPU Hadar Nafis Gumay membantah bahwa KPU kecolongan pada kasus ini. “Bukan cuma (KPU) kecolongan, tapi partainya juga nyolong. Memang kelewatan, ya,” ujar dia.

Setelah dipelajari, menurut pendapat Hadar, Toni Arif memang sudah tercatat ganda pada daftar calon sementara (DCS). Dia juga mengakui bahwa KPU miliki kelemahan sebab tak menganalisis seluruh daftar nama caleg. Hadar juga mengakui bahwa format dari dokumen caleg belum semuanya seragam.

About The Author

Reply