Info BBM Terbaru – Harga Minyak Dunia Turun, Jokowi Ada Rencana Baru

Masih membicarakan masalah BBM yang ada di Negara kita saat ini. Seperti dari bapak Presien Joko Widodo, yang akrab di juluki dengan sebutan Jokowi memberikan suatu pernyataan kalau pemerintah akan segera melakukan koreksi harga bahan bakar minyak BBM bersubsidi, mengingat yang telah terjadi berada di penurunan harga minyak dunia saat ini.

Pemerintah untuk saat ini sedang melakukan kalkukasi dari system ulang besaran harga bensin untuk bisa menyesuaikan harga minyak dunia yang saat ini mengalami penurunan.

“Masalah bagaimana sikap kepada harga BBM, dengan adanya nasib harga minyak dunia yang semakin menurun, sekarang sedang kita menghitung beberapa opsi-opsi yang harus bisa di lakukan,” ujar dari Presiden kepada beberapa wartawan yang berada di Jakarta untuk malam tadi, Jumat (12/12/14).

Seperti anggapan yang berasal dari presiden Joko Widodo, Menteri Perekonomian saat ini masih mencari perumusan kebijakan atas penurunan drastis dari harga minyak dunia.

Presiden  sudah berjanji akan mengumumkannya sebelum dari tahun ini berganti. Akan tetapi dirinya tidak sebutkan kalau harga BBM subsidi akan di turunkan.

Presiden yang hanya menyebutkan kalau Pemerintah mempunyai adanya tiga pilihan yang ada, walaupun tidak di sebutkan dengan detail.

“Masih belum bisa di umumkan saat ini, masih menunggu akhir tahun baru kita akan mengumumkannya,” ujar darinya menyebutkan lagi.

“Nantinya akan kembali di perhitungkan lagi, dengan penurunan yang ada dari harga minyak dunia yang bisa di rasakan oleh rakyat. Adanya revisi harga termasuk opsi yang saat ini kami pikirkan,” presiden memberikan keterangan tambahan.

Bisa di ketahui harga minyak dunia saat ini kembali anjlok ke level terndah dalam lima tahun terakhir ini. Prediksi akan melimpahnya minyak akan bisa berthan hingga paruh pertama tahun depan menjadi suatu penyebabnya.

Mengerti yang sudah di rilis dari New York Mercantile Exchange, harga minyak mentah untuk pengiriman Januari turun sebesar US$2,79, atau 4,2 persen, di level US$63,05 per barel.

About The Author