Info Bisnis – Pelabuhan Tikus, Cara Penyelundup Rapikan Aksinya

Dari adanya penyelundupan barang dagangan berada di beberapa wilayah perairan saat ini masih sangat sulit untuk di redam dari instasi yang terkait seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Ini yang sudah di sebabkan masih belum bisa di cukupi adanya infrastruktur dan tenaga yang lebih memadai untuk memberikan pengamanan secara maksimal. Lantas apakah dari aktivitas penyelundupan berada di wilayah perairan terluar Indonesia?

Agung Kuswandono, Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) baru saja memberikan ungkapan kalau berada di wilayah perairan yang cukup banyak masuk dengan lalui pelabuhan-pelabuhan ilegal atau yang lebih di sebut dengan sebutan “pelabuhan tikus”.Ini bisa di ketahui Agung tentang cara bagaimana penyelundupan terjadi di Dumai, Riau.

“Disebut dengan pelabuhan tikus tersebut yang maksudnya adalah bisa melalui dari pelabuhan-pelabuhan yang ada.  Akan tetapi nantinya juga ada yang masuk dengan langsung berada di perumahan warga, di sebabkan rumahnya berada di pesisir,” ujarnya yang di sebutkan ketika berada di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, untuk hari ini Jumat (6/6/2014).

Untuk lebih lanjutnya dirinya membeberkan, aksi penyelundupan di daerah tersebut yang kebanyakan bisa berlangsung dengan menggunakan perahu yang di miliki para warga. Bahkan dari proses transaksi bisa berlangsung berada di perumahan para warga yang di mana perahu-perahu juga berlabuh di situ.

“Berada di sana kan semua warga mempunyai perahu sendiri. Jadi barang gelap dan illegal tersebut akan bisa di bawa langsung ke dalam rumahnya masing-masing. Secara otomatis transaksinya bisa di lakukan langsung di tempat tersebut dengan pembelinya,” Agung membeberkan.

Agung sendiri yang sudah menambahkan, selain dari transaksi yang di lakukan di pelabuhan tikus tersebut, warga pesisir yang tepatnya berada di perbatasan juga sering untuk meng ilegalkan barang barang yang ada.

“Adapun alasan yang tepat, mereka katakan mencari ikan padahal menjemput dari barang illegal itu,” ujarnya menutup wawancara itu.

About The Author