Info Bisnis – Raup Omset Ratusan Juta Dengan Produk dari Kulit Kambing

Dari pada dagingnya memang kulit kambing sering di abaikan, banyak sekali mereka-mereka menggunakan kulit kambing untuk di jadikan tutup bedug masjid, ataupun di gunakan untuk membuat suatu kerajinan berwujud seperti wayang kulit.

Namun kulit kambing tidak hanya di gunakan untuk membuat karya yang seperti itu saja. Banyak kegunaannya hingga tercipta suatu karpet dan banyak produk lainnya yang berasal dari kulit kambing. Melalui suatu keahlian membaca peluang dan tangan yang kreatif, kulit kambing tersebut bisa menjadi suatu hasil karya yang bernilai tinggi.

Seperti seorang wanita yang bernama Shintamie Suryaputri, yang saat ini masih berumur 28 tahun asal Jogjakarta ini berhasil untuk menyulap kulit kambing menjadi suatu yang sangat unik, menarik dan memiliki nilai jual yang super tinggi.

Dirinya mengatakan, untuk satu buah karpet yang terbuat dari kulit kambing yang bentuknya bermotif dibanderol dengan harga sebesar Rp 600.000. Sementara untuk yang polos (natural), harga jualnya lebih murah hanya Rp 300.000 per produknya

“Karpet ini dari kulit kambing asli, hand painted. Kambingnya pakai kambing lokal,” kata Shinta saat disambangi detikFinance, di Pameran Inacraft 2013, JCC, Kamis (25/4/2013).

Dari produk lainnya Shinta juga berhasil untuk menyulap bahan-bahan kulit lainnya, seperti kulit sapi dan kulit ular menjadi produk tas-tas cantik. Perlu anda ketahui ada tas-tas yang terbuat dari kulit tersebut terjual dengan harga sebesar Rp. 2 juta per buahnya. Dan untuk produk dompet lebih murah, hanya Rp 75.000 sampai Rp 500.000 per satu dompet.

“Kalau tas sama dompet dari kulit sapi, kambing, sama ular. Ularnya bisa ular air, cobra, atau piton. Kalau tas harganya mulai dari Rp 150.000 sampai Rp 2 juta. Dompet bisa lebih murah,” kata dia.

Dari bisnisnya ini, Shinta mengaku bisa meraup omzet hingga Rp 100 juta per bulan. Bahkan, jika barang-barang tersebut diekspor, omzetnya bisa lebih tinggi hingga sampai Rp 200 juta per bulan. Dia menyebutkan, bisnis yang sudah dirintis sejak 2006 ini, sudah mampu menembus negara Australia dan Eropa.

“Saya mulai dengan konsep baru dengan design sendiri itu dari 2006 pakai nama tokonya ‘As Java Leather’. Kita sudah ekspor ke Australia dan Eropa. Omzet ya sekitar Rp 70 juta sampai Rp 100 juta. Tapi kalau ekspor bisa sampai Rp 200 juta per bulan” kata Shinta.

 

About The Author

Reply