Info Bola – Batistuta Hampir Kehilangan Kakinya

Mantan pemain dari sepak bola Fiorentina dan Roma, yaitu Gabriel Batistus yang sudah memberikan ungkapann perjuangan panjangnya untuk menghadapi penderitaan fisik setelah pensiun dari dunia sepak bola.

Sang legendaris dari Argentina tersebut sudah berkarir semenjak dirinya berusia 17 tahun sebelum pada akhirnya memutuskan gantung sepatu pada tahun 2005 silam. Namanya yang sudah bersinar di saat berada bersama dengan Fiorentina dan AS Roma. Sebanyak 184 gol yang sudah dia dapatkan berada di sepak bola tertinggi di Italia, Serie A.

Masih di sayangkan, karier cemerlangnya telah berakhir dengan sangat memilukan. Setelah gantung sepatu, mentan pemain yang saat ini sudah berusia 45 tahun tersebut berjuang dengan kondisi kakinya semakin memburuk di sebabkan karena sering mendapatkan cidera.

“Tidak lama setelah saya putuskan untuk pensiun, saya yang juga sudah pernah mendapakatkan kaki saya tidak bisa untuk berjalan. Saya yang sudah sempat untuk ngompol berada di ranjang karena sudah tidak sanggup lagi berjalan ke kamar mandi yang jaraknya hanya 10 meter saja,” ujar dari Batistuta yang di sebutkan kepada media  Football Italia.

Lebihnya lagi, dirinya juga sempat meminta kepada dokter untuk bisa mengamputasi kakinya karena rasa sakit yang tidak bisa ditahan. Masih sangat beruntung kalau dokter sudah menolak akan permintaan dan mencoba untuk melakukan penyembuhan.

“Pada saat saya merasakan sakit berada di pergelanga kaki yang tidak bisa tertahankan, berada di titik tersebut saya meminta kepada dokter untuk mengamputasi kaki saya. Karena saya mengerti hanya itu saja salah satunya solusi yang ada,” ujarnya menambahkan lebih tegas lagi.

“Akan tetapi dari dokter tersebut telah memberikan penolakan akan ingin saya dan dirinya katakan saya sudah gila. Dirinya yang kemudian melakukan operasi dan mamasukan skrup di pergelangan kaki saya. Dan masih sangat beruntung semenjak itu masalah sakit saya sudah menghilang,”  terangnya.

Memang dalam kondisi tersebut Batistuta dalam keadaan sekarat, karena tulang rawan darinya sudah tidak bisa tumbuh lagi.

About The Author