Info Dunia Terbaru – Pengisi Suara Lagu Harlem Shake Meminta Kompensasi

 

Saat ini memang masih marak fenomena Harlem Shake. Bahkan fenomena ini disebut-sebut melebihi fenomena Gangnam Style. Ada banyak versi cerita mengenai Harlem Shake. Begitu pula video yang banyak diunggah juga terdiri dari berbagai versi. Banyak orang yang merekam kemudian mengunggahnya melalui internet. Berbagai kalangan mulai dari pelajar, orang kantoran, pengangguran, mahasiswa, artis atau tokoh terkenal pun ikut-ikutan melakukannya. Hanya saja meledaknya lagu maupun fenomena mengunggah video Harlem Shake ternyata menyisakan persoalan. Khususnya terjadi baru-baru ini.

Dalam lagu Harlem Shake tersebut diketahui terdapat suara dua orang penyanyi. Nah, kedua orang ini yaitu musikus reggae Hector Delgado dan rapper Jayson Musson yang suaranya terdapat dalam lagu tersebut meminta kompensasi. Kedua musisi tersebut meminta konpensasi dengan meledaknya lagu tersebut di pasaran. Dalam penuturan mereka produser Harlem Shake, Harry Rodrigues yang lebih dikenal sebagai DJ Baauer tidak meminta izin atas penggunaan suara mereka.

Sebenarnya pada lagu Harlem Shake tersebut suara Delgado terdengar pada awal lagu. Sebuah penggalan singlenya pada tahun 2006 yaitu con los terroristas. Sementara Musson mempermasalahkan lirik lagu yang dinyanyikannya bersama grupnya, Plastic Little tahun 2001. Dimana pada lagu Harlem Shake suaranya yang meneriakkan do the Harlem Shake terdengar pada sekitar menit ke-15.

Perwakilan manajemen Delgado, Javier Gomez mengungkapkan permasalahan tersebut kepada New York Times bahwa apa yang menimpa Delgado maupun Musson tersebut dikatakannya sebagai pelanggaran terhadap hak intelektual. Sementara Musson mengatakan hingga kini label tidak sekedar kooperatif. Selain itu juga belum terdapat kesepakatan bersama yang disepakati.

Hingga kini baik DJ Baauer dan label Mad Decent belum memberikan konfirmasi. Menurut BBC, keduanya menolak memberikan komentar terkait permasalahan tersebut. Sementara itu PRS for Music, Barney Hooper yang biasanya menyuarakan hak para pencipta musik mengeluarkan pendapatnya. Menurutnya apabila satu bagian lagu menjadi sampel pada lagu lain maka biasanya pencipta lagu asli akan memperoleh bagian royalti apabila lagu baru tersebut dimainkan, ditampilkan atau diperoduksi ulang. Hanya saja menurut Hooper, “Adakalanya terdapat situasi yang sulit dimana terdapat perdebatan mengenai kepemilikan tentang karya populer yang menggunakan sampel dari karya lain.”jelasnya.

 

Info Dunia Terbaru

Be Sociable, Share!