Info Dunia Terbaru – Revolusi Iran Dianggap Sebagai Pelanggaran Atas Kemanusiaan

 

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengadakan pengadilan secara khusus untuk Iran. Pengadilan Khusus Iran ini diadakan dengan tujuan untuk memutuskan Iran melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, terkait Revolusi Iran yang pernah terjadi pada tahun 1979 silam.

Hasil pengadilan itu sendiri diumumkan oleh ICC di Den Haag, Kamis 7 Februari kemarin. Laporan mengenai pelanggaran ini sendiri sebelumnya sempat diajukan oleh lawan dari Pemerintah Iran sekarang ini. Mereka memberikan penilaian bahwa Pemerintah Iran yang berkuasa sejak Revolusi Iran, melakukan kesalahan dengan dugaan pembunuhan massal di era tahun 1980-an.

“Keputusan ini sendiri diwujudkan berdasarkan pertimbangan hukum di mana Iran bertanggungjawab penuh atas kejahatan kepada kemanusiaan yang melanggar hukum internasional, yaitu sesuai dengan statuta Roma yang telah disetujui tahun 2002 silam. Statuta itu sendiri dikenal dengan statuta Pengadilan Kriminal Internasional,” tukas ICC.

“Pengadilan ini memiliki bukti kuat yang dihasilkan dari sejumlah keterangan yang diperoleh. Kejahatan atas kemanusiaan yang dilakukan oleh agen-agen Republik Islam Iran, yaitu dimulai dari pemimpin tertinggi serta berakhir dengan eksekusi di penjara yang diketahui terjadinya pelanggaran terhadap hukum internasional.”

Pengadilan Khusus Iran pun mendakwa Teheran dengan lima bentuk pelanggaran HAM berat. Pelanggaran HAM itu termasuk juga dengan pembunuhan terhadap 5.000 tahanan politik di tahun 1988 dan lebih dari 12 ribu tahanan politik antara tahun 1981 hingga tahun 1984.

Sementara pelanggaran lain yang dilakukan adalah penyiksaan fisik psikologis, serta etnis minoritas dan agama serta penganiayaan terhadap oposisi politik. Pelecehan seksual juga dilakukan baik terhadap pria maupun wanita. Kemudian penahanan tanpa adanya pengadilan, termasuk pengadilan yang telah diatur dan dianggap merendahkan kaum manusia.

Enam hakim HAM internasional sendiri memiliki pengalaman untuk mendengarkan langsung kekejaman-kekejaman yang telah dilakukan terhadap warga negara Iran oleh pemerintahannya sendiri. Akan tetapi, Pemerintah Iran menolak untuk berpartisipasi dalam mengikuti sidang tersebut.

Sejumlah pelapor dugaa kemanusiaan ini yaitu mereka yang menyebut dirinya sebagai Komisi kebenaran dibentuk di London, Inggris Juni tahun lalu. Mereka berhasil mengumpulkan sejumlah bukti serta dokumen yang kemudian diserahkan semuanya ke ICC. Vonis pelanggaran atas kemanusiaan ini adalah yang pertama kalinya dijatuhkan kepada pemerintah yang masih memiliki kuasa.

 

 

Info Dunia Terbaru

Be Sociable, Share!