Info Internasional – Menlu ASEAN Mendukung Dialog Damai Untuk Thailand

 

Diketahui para demonstran Thailand turun ke jalan lagi. Tetapi kali ini pada gelaran demo 2 kubu, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka. “Ada 2 pengunjuk rasa dari kelompok anti-pemerintah dilaporkan terluka saat terjadi ledakan dari luar kantor PM Thailand,” terang polisi, hari Minggu (11/5/2014) sesuai yang dilansir Reuters, Minggu (11/5/2014).

Sejumlah media lokal memberitakan bahwa seorang penyerang tidak dikenal secara tiba-tiba melempar peledak  ke kerumunan demonstran anti-pemerintah dari luar kantor PM Yingluck. Sedangkan kantor 5tersebut sudah kosong tidak ditempati lagi selama berminggu-minggu, semenjak banyak aksi demo terjadi yang menuntut agar Yingluck mundur. “Ledakan tersebut telah membuat 2 demonstran terluka, namun kami tak dapat memastikan apa itu sebuah granat,” ujar perwira polisi pada distrik itu.

Sementara itu, para menteri luar negeri di wilayah Asia Tenggara memberikan dukungan guna diadakannya dialog damai untuk mengatasi krisis yang terjadi di Thailand. Serta memberikan penghormatan sepenuhnya atas ketentuan hukum serta prinsip demokratis. Para menlu ada di Nay Pyi Taw, Myanmar, pada Minggu (11/5/2014), guna menghadiri gelaran KTT dan pertemuan yang terkait dengan negara-negara ASEAN. Pada sebuah pernyataan secara bersama, seperti yang dilansir Xinhua, para anggota ASEAN tetap mengikuti perkembangan Thailand secara seksama.

“Negara-negara ASEAN menyampaikan keyakinannya terhadap ketahanan rakyat Thailand dalam mengatasi kesulitan ini serta siap menyampaikan dukungan memadai berdasar prinsip yang ada pada piagamnya,” dalam pernyataan tersebut. Seruan ini seperti tertuang pada pernyataan bersama dari para menlu ASEAN sebelum pertemuan Tokyo, 14 Desember tahun lalu berakhir.

Rabu 7 Mei yang lalu, pihak Mahkamah Konstitusi Thailand telah mengeluarkan keputusan yang dengan cara cepat menghasilkan bahwa penggulingan PM Yingluck Shinawatra dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Seperti yang diketahui bahwa upaya penggulingan Yingluck telah memicu kerusuhan pada ibukota Thailand, Bangkok, Jumat 9 Mei, dimana polisi harus menembakkan gas air mata pada pemrotes anti-pemerintah untuk mencegah mereka masuk dan menyerbu markas sementara dari pemerintah peralihan yang terletak di pinggiran utara dari Bangkok.

Be Sociable, Share!