Info Kesehatan – Gunakan Self-sampling, Deteksi Dini Kanker Serviks Dari Rumah

Kebanyakan pada pemeriksaan papsmear maupun deteksi dini dari potensi kanker serviks dirasa ‘tabu’ oleh kaum wanita. Banyak dari mereka merasa takut sakit dan bahkan merasa malu untuk memperlihatkan bagian intimnya kepada orang asing. Kini ada sebuah metode terbaru yang dapat memudahkan wanita agar tetap dapat melakukan upaya deteksi dini terhadap kanker serviks. “Sejumlah 80 persen dari kasus kanker serviks yang ada saat ini terjadi pada negara dunia ketiga dan negara sedang berkembang. Indonesia diperkirakan ada 53 juta orang perempuan yang mengalaminya,” jelas spesialis obstetri dan ginekologi, dr Andi Darma Putra, SpOG, pada seminar awam tentang Kanker Serviks yang digelar di Nyi Ageng Serang, Jalan HR Rasuna Said, di Jakarta, ditulis pada Sabtu (15/2/2014).

Ditambahkan dr Andi, umumnya deteksi dini dari kanker serviks dapat ditempuh menggunakan cara papsmear serta Inspeksi Visual Asetat (IVA), tetapi saat ini dari berbagai negara di dunia sudah menggunakan metode terbaru, yakni memakai teknologi mengambil sampel dari cairan serviks milik sendiri (self-sampling). Metode tersebut adalah solusi para wanita yang merasa segan untuk melakukan upaya deteksi dini dari kanker serviks.

Menggunakan metode tersebut, wanita bisa melakukan pengambilan dari sampel cairan serviks secara mandiri di rumah atau di klinik dokter. Tentunya hal ini memudahkan dokter untuk memberi anjuran pada pasien guna melakukan pemeriksaan awal terhadap kanker serviks.

“Metode ini bertujuan mengambil sampel Human Papillomavirus atau DNA. Metode dilakukan tanpa menggunakan alat spekulum serta sikat, yang mana untuk wanita cukup menyakitkan pada prosesnya,” kata dr Andi.

Alat self-sampling ini dapat diperoleh kemudian sampelnya dapat diperiksa pada Laboratorium Klinik Pramita. Meski begitu, sebelum lakukan self-sampling, bagi para wanita dianjurkan berkonsultasi pada dokter obstetri serta ginekologi. HPV ini adalah virus yang dapat menginfeksi kulit serta organ kelamin. Hampir 100 persen dari kasus kanker serviks dikarenakan infeksi HPV. “HPV banyak ditularkan dalam hubungan seksual. Maka dari itu, tes HPV penting dalam deteksi dini dari kanker serviks,” tambahnya.

About The Author

Reply