Info Kesehatan – Jutaan Pangan Kadaluwarsa Menjelang Perayaan Natal

Menjelang pada perayaan hari Natal dan tahun baru 2016, berasal dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) berhasil untuk menemukan ada sebanyak 3.499 item atau sebanyak 121.610 kemasan pangan yang tidak memenuhi ketentuan, dari semua itu nilai ekonominya bisa mencapai Rp 4,8 miliar berada di dalam sarana retail dengan rincian sebagai berikut 28 persen kemasan tanpa adanya izin edar, 63 persen makanan ekspired atau kedaluwarsa, dan 9 persen makanan rusak.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Badan POM, Roy Sparringa, bentuk pengawasan ini memang sudah di lakukan semenjak bulan lalu sampai di pertengahan bulan Desember ini. Secara keseluruhan, dari Badan POM sudah menemukan jenis pangan yang sudab kedaluwarsa di mana yang mayoritas di temukan di antaranya adalah mie instan, susu kalengan, teh, bumbu, minuman serbuk, dan snak.

“Dari panganan kedaluwarsa ini memang sudah banyak di dapatkan berada di beberapa bagian wilayah indonesia bagian timur. Seperti Jayapura, Kupang, Makassar, Sofifi dan Manokwari,” terang dari dirinya menjelaskan kepada pers untuk hari Selasa ini (22/12/15).

Sedangkan dari temuan pangan tanpa adanya izin edar sudah didominasi dari minuman serbuk, adapun minuman berakohol dan juga perman yang berasal dari negara Malaysia, Thailand dan juga Amerika Serikat bisa di temukan berada di kota Pekanbaru, Medan, Batam, dan juga Bandung. Dan dari temuan yang digunakan untuk pangan telah rusah paling banyak ada di mie instan, minuman serbuk, minuman ringan, UHT susu, susu kental manis atau kalengan, dan ikan dalam kaleng seperti sarden.

Roy telah menegaskan kalau temuan itu indensifikasi adanya suatu pengawasan ini sudah di amankan dan juga di musnahkan. Dan pemiliknya juga sudah mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan perundang-undangan.

“Kami sudah meminta agar masyarakat bisa lebih waspada lagi dan bisa teliti dalam memilih produk yang bakal dia beli. Ini sangat penting juga untuk kesehatan mereka,” tambahnya.

About The Author