Info Kesehatan – Kurang Tidur Bisa Sebabkan Kanker Prostat

 

Kurang tidur atau bisa di sebut dengan imsomnia kini telah lama di ketahui dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan. Dari sebuah study yang baru saja di lakukan menambah banyaknya efek samping yang bisa di timbulkan dari imsomnia tersebut, salah satunya adalah kanker prostat.

“Gangguan tidur itu hal yang sangat biasa terjadi pada masyarakat modern sekarang ini meski dapat memberikan konsekuensi kesehatan yang merugikan. Selama ini yang kita tahu wanita yang sering kurang tidur seringkali dilaporkan berisiko tinggi terkena kanker payudara, tapi tak banyak yang tahu potensi gangguan tidur terhadap munculnya risiko kanker prostat,” tandas peneliti Lara G. Sigurdardóttir, M.D., dari University of Iceland, Reykjavik.

Dalam studi-stusi yang sudah di lakukan sebelumnya juga telah memberikan suatu hasil yang bertentang antara satu sama lain mengenai kaitannya antara gangguan tidur dengan kerja yang di lakukan pada malam hari (shift malam) itu bisa sebabkan resiko kanker prostat. Maka dari  itu, Sigurdardóttir dan juga rekan-rekannya menyelidiki peranan pola tidur terhadap risiko kanker prostat secara spesifik.

Kemudian para peneliti telah mengamati 2.102 pria berusia antara 67-96 tahun yang ambil bagian dalam studi Age, Gene/Environment Susceptibility-Reykjavik. Dari para partisipan diminta menjawab empat buah angket tentang gangguan tidur: pertanyaanya adalah, apakah mereka minum obat tidur atau tidak; apakah mereka kesulitan untuk tertidur atau tidak; apakah mereka sering terbangun di malam hari dan susah kembali tidur atau tidak; dan apakah mereka bangun kepagian dan sulit kembali tidur atau tidak.

Seperti yang sudah di beritakan di Medindia, Selasa (7/5/2013) diketahui 8,7 persen orang partisipan studi tersebut mengalami ganguan tidur parah dan 5,7 persen gangguan tidur sangat parah. Akan tetapi tak ada satupun partisipan yang di ketahui mengidap kanker prostat di awal studi. Lama kelamaan para partisipan tersebut sesudah lebih dari 6 tahun, tercatat 6,4 persen didiagnosis dengan kanker prostat.

Akhirnya para peneliti telah menyesuaikan dengan usia para partisipan, mereka akhirnya membandingkan dengan pria yang di laporkan tak alami insomnia atau gangguan tidur, ternyata resiko kanker prostat menjadi lebih meningkat lagi dengan proporsional pada partisipan yang telah mengalami gangguan tidur di malam malam hari, atau muda terbangun di malam hari.

Kendati begitu, Sigurdardóttir mengklaim jika data ini harus dipastikan dengan studi yang jangkauannya lebih besar dan periode studi yang lebih panjang. “Kanker prostat adalah salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak dialami pria dan gangguan tidur ini juga cukup sering terjadi pada pria. Jadi jika hasil studi kami telah dipastikan oleh studi-studi lain, bisa jadi nantinya tidur berpotensi sebagai alat intervensi dalam rangka mengurangi risiko kanker prostat,” tutupnya

 

Be Sociable, Share!