Info Kesehatan – Pria Ini Rela Untuk Jual Ginjal Demi Anaknya

 

Seperti dari seseorang yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat yang melakukan pelelangan melalui dari situs pertemanan berada di facebook. Dirinya yang sudah menjual organ tubuhnya dengan berbanderol sebesar Rp20 juta untuk biaya operasi semata wayangnya berusia 2,5 tahun.

Bapak yang di ketahui bernama Ade Mulyana berusia (28 tahun) itu adalah salah satu warga yang berasal dari Kampung Cibeber Hilir, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Ade sendiri yang sudah memberikan kepastian bahwa dari postingannya yang berada di facebook tersebut memang bukanlah untuk ajang cari muka ataupun sensasi saja, melainkan sungguh-sungguh berniat untuk bisa menjual ginjalnya demi untuk mendapatkan dana segar membawa operasi mata dari anaknya. Dirinya pun sudah merelakan jika harus bisa kehilangan salah satu ginjal asal dari anaknya sehat.

“Begitu dari saya memosting hal ini memang banyak orang yang menyesalkan dengan keinginan saya untuk lelangkan organ ginjal saya ini, sudah banyak yang melakukan pencegahan untuk niatan saya ini. Akan tetapi saya sudah mentok untuk tidak bisa pilih cara yang lain. Lebihnya lagi melihat penderitaan yang sudah di alami anak saya di saat sakitnya kumat,”ujar dari Ade yang ada di Sukabumi, untuk hari ini Sabtu (20/9/14).

Ade sendiri yang sudah sempat dalam bekerja sama berada di swalayan yang tidak jauh berada di rumah. Akan tetapi karena adanya sesuatu hal dirinya memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya. Tugasnya yang sudah di gantikan sang istrinya telah bekerja baru satu bulan menjadi buruh garmen.

Dengan senilai Rp 20 juta untuk di gunakan biaya operasi yang dia dapatkan atas keterangan seseorang yang dia temui pada saat pertama kalinya membawa anaknya berobat berada di salah satu rumah sakit.

“Sebutnya untuk bisa mengobati Yusuf, memang harus ada uang yang besarnya adalah 20 juta untuk berobat berada di Bandung,” terangnya lagi.

“Memang ada yang memberikan saran untuk bisa menggunakan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) akan tetapi enggak ada tahu cara yang sudah di bikinnya. Sementara dari istri saya sendiri yang bekerja berada di garmen Cuma mendapatkan kartu kesehatan karyawan, itu hanya untuk dirinya,” Ade menambahkan.

No related content found.

Be Sociable, Share!