Info Komputer – Masalah Negara Terkenal Dengan Pembajakan Software Ternama

Kabar dari dunia teknologi yang satu ini akan masalah software yang ada di negara kita saat ini. Kabar dari ungkapan Kuasa Hukum yang sudah memegang hak cipta dari banyaknya perusahaan software komputer yang sangat terkenal di dunia saat ini. Kuasa Hukum tersebut adalah Maya Ghita Gunadi yang sudah mengeluhkan dari banyaknya praktik cracking atau pembajakan yang saat ini sangat umum terjadi di Indonesia. Ghita tersebut akui kalau sudah melaporkan akan masalah tersebut ke depan Mabes Polri.

Dari anggapannya memang banyak sekali keluhan yang berasal dari klien-kliennya yang berasal dari banyak perusahaan pemegang dengan hak cipta yang sudah tergabung d dalam BSA (Bussines Software Alliance ) yang terkait dengan banyaknya pembajakan yang di lakukan di piranti lunak. Dari beberpa perusahaan itu yang di antaranya adalah perusahaan besar yang di antaranya yaitu Microsoft, Adobe dan juga Otodes.

“Mabes Polri yang sudah menyita dengan banyaknya software yang sudah di bajak atau ilegal yang sebanyak 5000 software dari semua penindakan sepanjang semester pertama di dalam banyak mal yang terdapat di kota Jakarta, Mall yang seperti Glodok, Ambasador dan juga Pint Square,” ujar dari Maya Ghita Gunadi di hari Rabu kemarin (19/6/2013).

Perlu di ketahui kalau pada bulan Februari lalu, pihak dari Polri dan juga dari HKI bersama Ditjen HKI yang berasal dari Kementrian Hukum dan Ham yang sudah melakukan sidak di kawasan niaga Glodok, Jakarta. Dalam suatu tindakan tersebut sudah berhasil untuk mengamankan produk yang di katakan ilegal yang jumlahnya sebanyak 14 truk. Dan dari barang-barang yang sudah di sita tersebut angak nilai kerugian dari negara sebanyak Rp. 21 miliar.

Lebih lanjutnya lagi dari Kuasa Hukum tersebut memberikan suatu ungkapan tambahn dan banyaknya keluhan-keluhan  dari banyak perusahaan software yang sangat terkenal tersebut dari hasil suatu peninjauan forensik komputer yang berasal dari wilayah Asia Tenggara. Dari upaya tersebut sudah di lakukan sejak awal tahun 2013 ini. lebih dari 59,09 persen di dalam hardisk tersebut terdapat suatu malware.

 

 

 

About The Author

Reply