Info Luar Angkasa – Terbaru! Astronot Dapat Cetak Makanan di Luar Angkasa

 

Selama ini, para astronot di International Space Station diketahui hanya mampu bertahan hidup dengan mengonsumsi kemasan dengan berbagai varian rasa di mana bentuknya amat membosankan. Tentu saja makanan yang bisa dikonsumsi juga makanan khas mengingat gravitasi luar angkasa tidak ada sama sekali. Tentu saja dengan kemasan yang sudah terbiasa dikonsumsi memang membuat sejumlah astronot merasa bosan. Eits, tapi tunggu dulu karena sebentar lagi akan ada terobosan baru yang dibuat untuk mengatasi masalah tersebut. Akan hadir dalam waktu dekat ini, teknologi printer 3D.

Peneliti dari Cornell University di Amerika Serikat, Jeffrey Lipton menciptakan penemuan yaitu membuat printer 3D khusus yang dapat digunakan nantinya untuk mencetak makanan. Printer itu dinamakan Fab@Home 3D Food Printer.

Mesin printer tersebut memang didesain secara khusus untuk dapat mencetak makanan dengan varian rasa serta tekstur yang mirip dengan makanan aslinya. Bahan dasarnya adalah suspense hidrokoloid yang dapat dikonsumsi dengan dilengkapi penambah rasa.

Hal unik yang terdapat dari printer itu adalah printer tersebut dapat menyusun lapisan rasa makanan. Printer juga dapat meniru bagaimana caranya mulut merasakan beragam makanan yang ada.

Astronot sekaligus peneliti dari University of Southern California, Michelle Terfansky mengungkapkan bahwa printer itu dapat menciptakan makanan untuk para astronaut yang jauh lebih menggiurkan sehingga tidak membosankan. Pasalnya, saat ini makanan yang dikonsumsi mereka jauh dari kata ideal.

Ia juga melanjutkan bahwa printer 3D itu dapat mengurangi penggunaan ruang serta hasil limbah dengan semakin berkurangnya wadah kosong yang perlu untuk dibersihkan.

Untuk sekarang ini, sejumlah permasalahan memang masih harus dicari jalan keluarnya. Lipton mengungkapkan bahwa ketika ingin menciptakan makanan seperti jamur atau bahkan keju mozzarella, rasa yang dihasilkan memang mirip tapi tetap saja rasanya berbeda dari yang aslinya.

Untuk itulah ke depannya, tim peneliti pun telah merencanakan bagaimana caranya untuk bisa menyempurnakan rasa dari makanan yang ditiru yang diciptakan oleh mesin tersebut. Jika rasa berhasil dipecahkan, barulah estetika yang akan digarap.

Menurut kabar, peneliti memerlukan kurun waktu 5-10 tahun untuk dapat menciptakan mesin cetak makanan 3D yang dapat menghasilkan makanan tiruan secara sempurna.

 

 

Info Luar Angkasa

Be Sociable, Share!