Info Otomotif – Toyota Akan Segera Luncurkan Mobil LGCC, Agya

Dari perusahaan besar vendor mobil dari PT Toyota Astra Motor (TAM) kini sudah saipkan untuk menjual LGCC yaitu mobil murah dan ramah lingkungan yang di namakan Agya yang sudah di informasikan di tahun lalu di bulan Sepetember. Belum lama di kabarkan memang saat ini Toyota sudah kebanjiran pesanan, sebanyak sepuluh ribu unit mobil.

Sudah di pastikan ini akan segera di pasarkan setelah di setujui oleh Presiden Bambang Yudhoyono yang sudah menandatangani Peraturan Pemerintah atau singakatannya PP tentang Kendaraan Emisi Rendah (LECP), hal ini juga telah mencangkup regulasi LCGC. Seperti ungkapan dari Presiden Direktur TAM yaitu Johny Darmawan memberikan suatu kabar. Kabarnya saat ini tinggal menunggu suatu peraturann regulasi yang juga mencangkup petunjuk teknis dan suatu adanya hubungan dengan kementrian yang terkait.

Dirinya juga kabarkan kalau nantinya juga ada segera mendapatkan suatu ijin dari menteri Perindustrian.

“Iya memang nanti akan dapatkan suatu regulasi terutama dari Peraturan Menteri Perindustruan, kira – kira akan di luncurkan dalam dua bulan lagi. Itu masih perkiraan saya. Jika nantinya lebih cepat justru itu akan lebih baik juga. Saya tegaskan target kami Juli akan segera di pasarkan untuk varian mobil ini,” ujar dari Presiden kepada wartawan pada jumpa pres kemarin. (27/5/2013)

Mengenai dengan masalah harga yang akan di berikan, MS Hidayat dari Menteri Perindustrian sudah menjelaskan kalau nantinya pada PP LECP tida di sebutkan, namun sudah di tetapkan pada adanya peraturan turunan dari sang Menteri.
“Tidak pernah yang di masalahkan untuk masalah harga.Peraturan Menteri atau yang lainnya, mohon jangan bicarakan lebih detail terlebih dahulu. Saya sudah percaya kalau peraturan itu bisa saja di bulirkan pada semester tahun pertama ini,” ujar dari MS Hidayat  kepada wartawan lagi.

Memang sebelumnya, pemerintah dengan Kementrian Keuangan agar semua jenis mobil dengan banderol di bawah Rp 95 juta untuk jenis LCGC. Akan tetapi ketetapan itu bakal berubah karena semua masih ikut dari keputusan Menteri Perindustrian negara ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

About The Author

Reply