Info Politik – Jika Pencatutan Nama Presiden Terbukti Bisa Jadi Skandal Besar

 

Berasal dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang baru saja untuk sebutkan kasus pencatutan dari nama Presiden Joko Widodo dan juga dirinya Wakil Presiden JK mempunyai suatu potensi menjadi skandal yang sangat besar di Indonesia jika memang dari semua itu telah terbukti. Hal ini disebabkan karena Ketua DPR Setya Novanto sudah diduga terlibat dalam suasu kasus itu.

“Kini semua harus jangan lupa dalam pencatutan nama ini jika memang bisa terbukti, ini akan menjadi skandal terbesar di dalam suatu sejarah yang ada di Indoensia,” tegas dari JK disebutkan berada di Surabaya untuk hari ini, Senin (30/11/15).

JK sendiri menyebutkan kalau akan siap jika memang di panggil berada di dalam sidang etik yang sudah di gelar oleh Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD. Jusuf Kalla juga sudah bersedia untuk memberikan tentang penjelasan masalah yang sudah di ketahuinya.

“Memang, kita masih membutuhkan untuk siap memberikan keterangan apa yang kita ketahui. Kalau kita tidak mengerti, ya kita nantinya tidak mengerti apa yang telah terjadi. Itu bisa berarti fitnah, masalah permintaan sahamnya,” terang dari JK.

Untuk sebelumnya, dari anggota DPR dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yaitu Syarifuddin Sudding mempunyai suatu rencana akan meminta keterangan kepada Presiden Joko Widodo dan juga JK.

“Selanjutnya kami akan bisa datangi kepada Presiden dan Wapres menjadi bagian bentuk penghormatan jika memang dari mereka masih memerlukan keterangan lebih lanjut,” tambah dari Sudding.

Bentuk dari kasus ini di awali adalah masalah anggota DPR yang bernama SN, sudah di laporkan kepada MKD oleh Sudirman Said yang kini menjabat menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) di tanggal 16 November lalu. Bentuk dari laporan itu terkait masalah dugaan pencatutan nama orang nomor satu negara ini dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Akan tetapi dari Setya Novanto masih membantah masalah tudingan pencatutan nama Presiden dan Wapres itu.

Be Sociable, Share!